Foreign Accent Syndrome

2 hari yang lalu, tepatnya jam PNS untuk pulang ke rumah, dengan sigap aku segera mengisi absen, melepas jas DM ku, mengambil helm dan jaket, siap take off dari hospital. Bersama Darwin, segera kuangkat kaki dengan cepat, sebelum terjebak di rumah sakit. Bosan dengan rutinitas yang ada. Siang itu memang sudah waktunya pulang, tapi tiba-tiba saja ada perubahan jadwal journal reading dari junior (huh…di luar jam tugas). Berhubung perut lapar dan ngantuk berat plus esok harinya ada ujian Radiologi, kubulatkan tekadku untuk pulang.

Belum sempat melangkahkan kaki ke ruang sekre untuk  mengisi absen, tiba-tiba terdengar suara itu. Yah… suara siapa lagi kalau bukan suara dokter pembimbing juniorku yang mau maju jurnal. Sontak dengan sigap dan cekatan, segera aku dan darwin berhamburan mencari tempat persembunyian yang paling aman (kebiasaan mayoritas mahasiswa Indonesia <– gak baik untuk dicontoh). Setelah situasi aman, kami mulai menghela nafas, dan dimulailah percakapan berikut:

Aku : Fiuh… aman nhok. (serasa maling yang baru selamat dari kejaran massa) Hampir aja bro.. Bisa-bisa tamat kita.

Darwin: (dengan logat bataknya) iya, selamat. Gak enak gw cuy, orang batak pula itu…

Aku : (baru nyadar) iya ya, dokter itu orang Batak, tapi kok malah logatnya kental Jawa. Medhok banget.

Darwin: lama menetap di jawa dan sekolah di sana beliau…

Aku : tapi kok lu dah lama netap di Bali masih logat Batak cuy. Bahasa Bali juga cuma bisa sepotong-potong. Aneh lu…

Darwin: ahahaha, ga aneh lah… Kan perubahan aksen gak berlaku buat semua orang.

Aku : memang sih… tapi aneh aja kalau dipikir-pikir. Teman gw yang bule perancis ada yang jago bahasa Indonesia, malah ada yang bisa bahasa Bali dengan fasih lagi. Sial. Kalah gw cuy. Perancis gw uda makin lumayan sih, tapi klo dibandingin ma Indonesianya temen bule gw itu masih kalah jauh. Menurut lu kenapa gitu?

Darwin : mungkin karena mereka tinggal di sini dan lu sama sekali belum pernah ke sono… hehehe (mengejek dengan muka mirip kuda nyengir)

Aku : Tapi bahasa Bali gw ga da perkembangan. Di situ-situ aja. Klo menurut gw pribadi sih, gw kesulitan belajar bahasa lokal tiap daerah di Indonesia cuy. Aneh sih… ga da polanya. Sedikit buku tentang bahasa daerah. Lembaga kursus ga ada. Dan kadang2 malah dicampur2 ma bahasa Indonesia.

Darwin : yah memang kita kebanyakan bahasa sih… makanya kebanyakan aksen. Ga kaya bahasa negara2 eropa di sana.. Konsisten.

Aku : eits… sapa bilang cuy. Di sana juga ada aksen yang beda antar daerah. Ambil contoh bahasa perancis sendiri, yang gw tau ada banyak aksen. Tapi mayoritas terbagi jadi 2, logat Parisien, ma logat daerah selatan. Cara bacanya beda banget contoh : bien (good) –> orang Parisien bilang (“biang”+aksen sengau)  hampir mirip seperti biang keladi, orang daerah selatan perancis bilang (“bieng” + aksen sengau) hampir mirip seperti dieng. Ada lagi aksen perancis kanada yang menggelitik. Wah jadi ngasi kuliah gw. Sial lu.

Darwin : Nah lu kan bisa bahasa perancis, menurut lu susah mana dibanding spanyol, italia, jerman, belanda, jepang, cina, rusia, inggris ma arab?? (pertanyaan jebakan disertai dengan nyengir binal kuda betina;p)

Aku : beh… sabar na’é. Satu-satu donk. Inggris, jujur gw masih kaku, lidah gw mati rasa plus gw ga dapat aksennya. Apalagi gaya bicara British, American, dan Australian bener2 beda. Bingung gw. Malahan gampang bahasa perancis logatnya. Asal jangan Inggrisnya orang perancis aja, lu bisa mati terbahak2 ;p ahahaha

Darwin : Terus terus… Kalau spanyol ma italia gimana? Mirip2 ya? Sama kaya Indonesia ma Malaysia gt?

Aku : ahahaha… ya mirip2 gitu. Tapi jangan disamakan ma Indo Malay donk… Jadi gak berkelas. Gw pernah ikut kelas Italia sih… sebentar aja cuma liat doank ;p tapi malah relatif mirip beberapa katanya ma bahasa perancis. Cuma cara bacanya hampir sama ma tulisan, bedanya klo perancis banyak sengau. Itali ma spanyol banyak penekanan kata plus keras2 gitu ngucapinnya. Makanya klo orang spanyol ngomong kaya orang marah.

Darwin : (terus mencecar) klo yg lainnya gimana?? Jerman ma belanda mirip??

Aku : mirip2 dikit juga itu. Klo jerman cara bacanya persis sama seperti tulisan. Cuma beberapa diphtong aja yg agak beda contohnya “ei” dibacai ai. Jadi Einstein dibacanya Ainstain. Dan kebanyakan orang Indo salah, ato emang gak tau. Bahkan mahasiswa kedokteran aja banyak salah pengucapan istilah medis. Coba lu masih ingat gambaran kulit jeruk pada kanker payudara ga?

Darwin : oh itu… ingat sih tapi gw ga tau bacanya. Peau d’orange (dibaca darwin seperti lafal inggris peu the orange)

Aku : tuh kan salah. Peau d’orange (bacanya : po dorongz, o yang ketiga antara bunyi a dan o disertai sengau). Sama seperti port d’entrée (bacanya por dongtré, o kedua seperti melafalkan setengah o disertai sengau), kebanyakan dosen maupun mahasiswa bacanya seperti lafal inggris “port the entry”. Wah jadi ngelantur gw.

Darwin : ok lanjut… let’s get back to the topic. Where were we? ah, sampe di jerman bro…

Aku : klo belanda gw ga tau. Tapi hampir serumpun ma jerman. Ada yang bilang klo belanda itu pelesetannya Inggris, ucapin aja kata2 inggris dengan aksen yang salah dan dibuat-buat, contohnya “How was your weekend?” klo belanda cukup bilang “Hoe was jouw weekend?” mirip2 kan? Gw sempet sih niat belajar bahasa jerman. Tapi gw ilfil bro. Banyakan aturan yang ga jelas. Kata benda ada jenis kelamin cowok, cewek dan netral. Klo perancis seperti bahasa arab, cuma jenis kelamin cowok dan cewek aja. Terlebih lagi penulisan bahasa Jerman itu lho.. contohnya kata “sie” dalam bahasa jerman itu bisa berarti dia (cewek), mereka, atau anda tergantung dari kata kerja yang mengikuti dan penulisan sie tersebut. klo sie = dia (cewek), mereka; Sie = anda. Itu sih yang gw tau. Malahan denger2 klo di jerman penulisan huruf pertama dalam kalimat menggunakan huruf kecil dan semua kata benda pake huruf besar.

Darwin : Menarik… Tapi klo gw sih pengennya belajar bahasa jepang ma cina. Secara jepang industri dan segala2nya selalu maju dan up to date. Klo cina sih juga lumayan walaupun imagenya agak jelek.. Tapi jepang sendiri ribet ya?? Ada 4 jenis bahasa, Katakana, Hiragana, Kanji dan Romaji. Celakanya orang jepang sendiri gak semua bisa Kanji dengan baik dan benar. Gimana dengan kita kalo gitu? Well, that’s it

Aku : oh iya, ngomong2, tentang Kanji tadi. Pernah gak lu dengar bahasa itu mencerminkan tingkat intelektualitas penggunanya? apalagi yang sampai tulisannya berbeda-beda gitu?

Darwin : gw pernah baca di salah satu penelitian, bro… Dikatakan bahwa paus adalah mamalia dengan tingkat kecerdasan paling tinggi di antara semua binatang, pastinya setelah manusia, karena tingkat kerumitan metode penyampaian bahasanya…

Aku : nah.. persis… dengan kata lain simbol itu menentukan tingkat kecerdasan. Malahan yang gw tau di dunia ini ada penggolongan bahasa hingga 3 strata. Pertama, bahasa dengan tulisan bersimbol, seperti jepang, cina, arab, thailand, rusia, india dll. Kedua, bahasa dengan pola yang teratur sedemikian rupa, perancis, inggris, jerman, belanda, italia, spanyol dll. Ketiga, bahasa tanpa simbol dan tatanan pola yang teratur, indo, malay, dll. Nah lho…

Darwin : wah dengan kata lain secara bahasa aja masyarakat kita uda terbawah. Makanya gak maju-maju Indonesia. Bahkan negara aja uda ga tau mana bahasa yang baik dan benar. Pemilu aja pake kata contreng bukannya centang.

Aku : ya itulah makanya gw pengen banyak belajar bahasa asing, win.. ahahaha… Gw cinta bahasa Indonesia bro… mau kelas bawah ga ngefek, tapi gw juga gak menutup diri untuk belajar bahasa asing lainnya. Biar makin tinggi tingkat intelektualitas gw… ahahahaha (mulut terbuka lebar sampai nyaris masuk lalat)

Darwin : Halah, narcis lu… By the way, lu tau Foreign Accent Syndrome gak? akhir2 ini kan marak dibahas tuh…

Aku : gw sih belum sempet baca jurnal tentang itu. Tapi liat di artikel ma denger2 sih pernah. Coba gimana? jelasin donk.

Darwin : jadi gini… Tiba-tiba aja ada orang Amerika yang logatnya jadi Britsh English gitu. Ada juga orang inggris yang tiba-tiba bangun dari koma dia beraksen totally Jamaican, padahal sebelumnya dia belum pernah ke sana. Atau tiba-tiba aja orang Indonesia setelah kecelakaan beraksen perancis gitu dan sejenisnya…

Aku : lha gimana tuh patofisiologinya…?

Darwin : wuih panjang cuy.. Neurology lagi tar yg qt bahas. Bisa muntah. Intinya karena ada suatu benturan yang cukup keras di otak, terjadilah Foreign Accent Syndrome yakni  bicara  mendadak yang menyebabkan perubahan dalam pola bicara, intonasi dan pelafalan, berbicara dengan aksen “asing” . FAS biasanya hasil dari trauma parah pada otak, seperti stroke atau cedera kepala, dan biasanya berkembang dalam waktu satu atau dua tahun setelah cedera.

Aku : Jangan2 kasusnya cinta laura ma dokter kita itu juga gitu kali ya… ahahaha

Darwin : ga tau juga bro, tapi yang gw tau biasanya FAS selalu ada trauma sebelumnya… Lagian lu masih ingat pelajaran pre klinis dulu ga? yang dikatakan bahwa otak sangat baik untuk mempelajari bahasa di bawah usia 16 tahun. lewat dari itu agak sulit untuk mempelajari aksen. Contohnya logat inggris kejawa-jawaan ya karena itu tadi. Dan lain-lain.

Aku : oke bro, btw, keasyikan jadi lupa nih. Ciao dulu y… sampai ketemu ujian besok.

Darwin : oke, sampai besok.

Sesampainya di kos aku langsung menyalakan laptop, pasang modem, browsing, dan kumulai mengetik kata Foreign Accent Syndrome filetype:pdf di google. Muncul banyak referensi FAS tersebut, berikut beberapa linknya disertakan. Nah bagaimana pendapat kalian mengenai FAS????

Nice to read :

http://www.cog.brown.edu/People/seb/papers/kurowski.pdf

http://www.psych.usyd.edu.au/staff/karenc/FASaphasiadayhandout.pdf

http://www.hf.uio.no/iln/for-ansatte/ILNytt/arkiv/utg30-06/vedlegg-inger-artikkel.pdf

http://www.isca-speech.org/archive/sp2004/sp04_123.pdf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s