Asperger Syndrome

Nonton film “My Name is Khan” beberapa saat yang lalu mengingatkan saya pada Asperger Syndrome yang tergolong ke dalam gangguan perkembangan pervasif (1 golongan dengan gangguan autisme), di mana terdapat abnormalitas interaksi sosial dan komunikasi yang mempengaruhi fungsi individual, dan juga ditandai dengan minat dan tingkah laku yang terbatas dan berulang.

Interaksi Sosial. Terdapat kesulitan dalam membangun persahabatan, berbagi kebahagian dengan orang lain dan menyampaikan ekspresi dan emosi yang timbal-balik. Terdapat gangguan non-verbal seperti kontak mata, ekspresi wajah, posture, dan gesture. Berbeda dengan autisme yang memiliki dunianya sendiri, penderita asperger tidak melakukan penarikan diri dari sosial (withdrawal). Mereka tetap aktif melakukan komunikasi walaupun canggung dan kadang terkesan aneh. Sayangnya penderita asperger sulit memahami perasaan orang lain dan sering salah paham terhadap emosi dan reaksi orang lain.

Minat dan Tingkah Laku yang Terbatas dan Berulang. Penderita asperger memiliki rutinitas yang tidak fleksibel, selalu dengan rutinitas yang terjadwal dan berulang. Bergerak dengan cara yang stereotipik (seperti robot atau sejenisnya) dan berulang. Cenderung terfokus dalam topik yang sempit tanpa memahami pengertian dasar yang lebih luas.

Bicara dan Bahasa. Memiliki aksen, gaya bahasa dan pitch intonasi yang tidak biasa, terkadang cepat, non-stop dan keras. Di mana topik yang dibicarakan terkadang monoton dan dapat membuat pendengar bosan. Mereka juga terkadang tidak mampu menyampaikan pemikiran dan emosi. Penderita asperger sejak kecil memiliki kemampuan berbahasa sama atau di atas rata-rata sehingga mereka dapat dengan mudah mempelajari bahasa baru atau asing secara literal.

Berdasarkan PPDGJ-III (Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa) di Indonesia, Asperger Syndrome ditandai dengan kode F84.5, dengan pedoman diagnostik sebagai berikut:
1. Diagnosis ditentukan oleh kombinasi antara :
a. tidak adanya hambatan/keterlambatan umum dalam perkembangan berbahasa atau perkembangan kognitif yang secara klinis jelas terdapat, seperti pada autisme
b. adanya defisiensi kualitatif dalam fungsi interaksi sosial timbal-balik
c. adanya pola perilaku, perhatian dan aktivitas yang terbatas, berulang dan stereotipik
2. Mungkin terdapat atau tidak terdapat masalah dalam komunikasi seperti yang berkaitan dengan autisme, tetapi terdapatnya keterlambatan bahasa yang jelas akan menyingkirkan diagnosis ini.

Back to film “My Name is Khan”, Mr. Shahrukh Khan benar-benar bermain totally out. Sangat susah memerankan kepribadian penderita asperger. Mulai dari cara berjalan, gerakan involunter & stereotipik, menyapa, bertatap muka, bercerita, ketakutan, bingung, menangis, dsb. Pesan moralnya belum tentu orang yang terlihat sempurna itu memiliki kelebihan yang bermanfaat bagi orang lain, justru orang yang dengan kekurangan bisa memiliki kelebihan yang berarti untuk orang lain. So, never judge the book by its cover.

Sumber:

Maslim, Rusdi Sp.KJ. 2003. Diagnosis Gangguan Jiwa : PPDGJ III. Jakarta: PT Nuh Jaya

http://en.wikipedia.org/wiki/Asperger_syndrome

http://www.neurologychannel.com/aspergers-syndrome/symptoms-diagnosis.shtml

http://www.wrongdiagnosis.com/a/asperger_syndrome/symptoms.htm

3 comments on “Asperger Syndrome

  1. fajar says:

    setelah belasan tahun saya menjalani hidup didalam keterasingan tanpa teman.saya menyadari bahwa saya adalah seorang pengidap asperger baru2 ini.saya mencari2 beberapa informasi di internet dan hasilnya hampir seluruh kriteria sindroma asperger itu saya miliki.saya bingung harus gimana mengatasinya

  2. maftu says:

    saya baru tau istilah asperger hari ini,……..saya juga sulit memulai komunikasi dengan orang lain ,…pemalu ea disebabkan itu sulit untuk memulai komunikasi…..kalaupun berada dikeramaian terasa asing meskipun berada dilingkungan orang orang yang kita kenal misalnya tetangga,….ataupun teman masa kecil atau siapapun juga……emang serasa ada kelainan di otak….mau bicara jika diri ini diajak bicara dulu ,……serasa sulit memulai pembicaran…..kalaupun harus memulai bicara butuh keberanian lebih….dan yang paling sering aq ajak bicara didunia ini ya mungkin ibuku…..saat ini usiaku sudah 26 tahun….aq menyadari kalo aq pengidap asperger….,aq merasakan ini sejak aq duduk dibangku SLTP……,aq selalu berfikir kok aq gini eaa…….sangat tidak enak memang…..kalau boleh tau mas fajar bertempat tinggal dimana ?????aq dari tulungagung ,jawa timur

    • @maftu: sy sekarang berdomisili di balikpapan. Coba agan maftu sharing2 dulu dengan keluarga yang paling dekat. Ga perlu banyak, cukup satu saja, misal ibunya tadi. Kalau asperger syndrome hampir ga bisa disembuhkan, tp besar kemungkinan yang dialami sekarang bukan kondisi tersebut. Kalau memang dirasakan mengganggu, jangan segan atau sungkan untuk berkonsultasi dengan dokter, psikiater atau psikolog.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s