File Hierarchy System (FHS) di Linux

Sedikit sharing saja untuk pengguna linux pemula atau yang baru ingin menggunakan Operating System (OS) yang satu ini.

Terbiasa dengan manajemen file sistem di Windows, pasti masih agak canggung dengan manajemen file sistem di Linux. Beberapa mungkin masih kebingungan. Banyak yang bertanya, “Kalau di linux, partisi C:\, D:\, E:\ dst itu ada di mana sih?” –> Jawabannya itu semua tidak ada di linux.

Semua OS yang berbasis UNIX seperti BSD, Solaris, MINIX, Android dll memiliki pola manajemen file yang serupa, yakni FHS, walaupun terdapat sedikit perbedaan antara distribusi tersebut. Tak terkecuali Linux. Pentingnya manajemen sistem seperti ini adalah agar program/aplikasi yang terinstall tidak bercampur baur dengan data-data yang lain. Sebagai contoh sering dielukan windows user, “Sebaiknya jangan simpan data penting di C:\, kalau kena virus atau corrupt data akan hilang/rusak”.  Hal penting lainnya, beberapa aplikasi tidak akan berjalan dengan baik atau tidak berfungsi jika dijalankan dari partisi yang berbeda.

Sebelum dijabarkan menurut sistem hirarkinya, perlu diketahui beberapa perbedaan mendasar Windows OS dan Linux OS:

  1. Linux menggunakan slash (/) untuk pemisah antar sub-direktori di mana windows menggunakan backslash (\)
  2. Linux case sensitive, dalam artian perbedaan antara huruf kapital dan tidak sangat berpengaruh
  3. Format harddisk untuk linux yakni ext2, ext3, ext4, reiser-fs dll, sementara untuk windows yakni FAT,  FAT16, FAT32, NTFS dsj
  4. Semua tipe format harddisk bisa dibaca dari linux tapi tidak dari windows
  5. Aplikasi di windows berjalan karena library yang ada di C:windows\system32 sementara di linux posisinya di /lib. Library di windows berbeda antar aplikasi, sementara di linux setiap beberapa aplikasi bisa menggunakan library yang sama sehingga prosesnya lebih ringan dan cepat saat membuka/menjalankan suatu aplikasi

Berikut FHSnya:

  • /: direktori root, merupakan starting point dari semua direktori dan sub-direktori (simpelnya folder yang paling tinggi hirarkinya)
  • /bin: lokasi tempat program binary tersedia, walaupun ada masalah di bagian lain program akan tetap berjalan karena sistem di sini tidak bercampur dengan data mentah yang lain
  • /sbin: lokasi binary untuk system administrator
  • /boot: semua data dan program untuk memulai booting komputer ada di sini
  • /dev: semua hardware esensial diatur dan dikelola  di sini, cd-rom, HD, usb FD dsj
  • /etc: (editable text configuration) semua pengaturan berbasis teks ada di sini
  • /home: tempat user  menyimpan seluruh data (dokumen, gambar, video dll). Penting diketahui, untuk /home ini bisa dipisah partisinya, bisa digabung. Kalau dipisiah layaknya menjadi seperti drive D:\ di windows
  • /lib: kode-kode program (library), setara dengan system32 di windows
  • /media: posisi dimuatnya (mount point) FD, CD-ROM dsj
  • /mnt: serupa dengan /media, sistem linux lama menggunakan /mnt untuk mount point secara default
  • /usr: sama seperti program files di windows
  • /opt: seperti /usr tapi untuk aplikasi optional yang cenderung besar
  • /tmp: temporary files terkumpul di sini. (kalau di windows di mana aja ada *tmp.)
  • /var: file-file yang relatif berubah ukurannya saat dibuka
  • /root: sama seperti /home tapi untuk menyimpan data dengan tingkat level admin
  • /srv: services file ada di sini (WEB server file, FTP server file, pengaturan Telnet dll)
  • /sys: menyimpan informasi yang berhubungan dengan status sistem (baterai, RAM, CPU dll)

“Walah kok makin beribet ya, banyak amat gan” –> simpel aja, untuk yang baru di dunia linux, cukup tau / , /home, dan /media saja🙂 Selamat mencoba dan bereksperimen.

Sources:

  1. http://en.wikipedia.org/wiki/Filesystem_Hierarchy_Standard
  2. Linux PDF FHS, download di sini
  3. Van Vugt, Sander. 2009. Beginning the Linux Command Line 1st ed. US: Apress.

7 comments on “File Hierarchy System (FHS) di Linux

  1. Cahya says:

    Biasanya paling banyak yang diakses ya /home saja🙂.

    • @Cahya: setuju gan🙂 makanya beberapa linux user membuat partisi sendiri buat /home

      • Cahya says:

        Kalau saya pakai openSUSE, malah memang disarankan dari awal dibuat terpisah🙂.

      • mantap, openSUSE turunan dari SUSE yang berakar dari slackware.

        Dari 3 radix, debian-based, redhat-based, dan slackware-based memang moyangnya linux yang slackware ini🙂 Install aja mesti pake compile dulu, mantap. Tapi jadi tau dasarnya…

        Btw gan, cara buat spoiler untuk di wordpress ini gmn ya? (ane ga pake yang pro) mau update blog tapi berasa nista banget postingan berikut kalau ga pake spoiler.

        Kalau di forum2 simpel banget buat spoiler. [spoiler=”comment”]spoileddata[/spoil]

        Kalau yang pake tanda kurung lebih besar ( > ) /dan lebih kecil ( < )ane ga paham

      • Cahya says:

        Kalau saya malah pakai yang format forum itu malah ndak bisa, karena ndak pernah pakai forum. Tapi apa yang digunakan di WordPress dikenal dengan HTML tag, saya belajar saat belajar buat blog. Hanya saja masih tetap tidak bisa semua.

        Keterangan dukungan WP ada di: http://en.support.wordpress.com/code/🙂

      • Oke, tar sambil saya coba dan explore lagi…🙂 (btw bener ya di forum luar ga boleh pake emoticon seperti di sebelah?)

      • Cahya says:

        Emoticon sepertinya bisa dipakai di forum, tapi jarang yang pakai sepertinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s