Selayang Pandang Bali 2013

Pernah dengar ungkapan The right man on the right place and the right time? Selain orangnya ada dua komponen lain yang penting, yakni waktu dan tempat.

Susahnya ngepasin waktu cuti saya dan istri, dan dadakan tanpa rencana akhirnya terpilihlah Bali untuk sekedar refreshing sejenak. Celakanya waktu keberadaan saya di Bali bertepatan dengan 2 event akbar, Miss World & APEC +_+. Ibarat berada di tempat yang benar pada waktu yang salah. Kendalanya adalah pengamanan super ketat (ribet), jadwal penerbangan yang mundur karena pagi hari bandara ditutup dan dikhususkan buat delegasi APEC (imbasnya banyak pesawat delayed), banyak penerbangan yang full dan harga tiket melonjak drastis, akses ke daerah selatan khususnya Nusa Dua ditutup (dan semua yang berkepentingan di sana harus menggunakan badge dan ID card, bahkan nelayan dan penduduk setempat pun), rental kendaraan khususnya mobil unavailable karena banyak tour agency dan car rental uda full booked, dan bermacam-macam kondisi lainnya.

Penampakan Bali, khususnya di Kab. Badung sudah banyak berubah (terakhir 2011 tepat 2 tahun ga begini). Sekarang ada jalan tol di atas laut yang terpanjang di Indonesia, melampaui suramadu panjangnya. Sebelum pembukaan bahkan beberapa artis ibukota ada yang ikut nyobain balapan mobil sport, macam lamborghini, ferrari, BMW dsj. Area simpang siur juga mengalami perubahan drastis. Dan yang paling berbeda adalah penampakan bandara ngurah rai +_+. Membingungkan.

Hari 1. Delayed. Sampai menjelang maghrib, jadi cuma jalan-jalan di area kota dengan menggunakan sepeda motor

Hari 2. Sanur Beach + Monumen Bajra Sandhi, Renon. Niat hati ingin melihat sunrise, sayangnya matahari ketutup awan. Padahal timingnya sudah pas. Kondisi Sanur tak banyak berubah.

IMG_0058IMG_0034Di sekitaran sanur ini ada juga pantai lain yang menghadap ke arah timur, yakni pantai sindhu dan pantai matahari terbit. Tarif masuk pantai sanur untuk sepeda motor IDR 2.000. Di pantai juga ada rental sepeda seharga IDR 5.000. Yang mau nyebrang ke pulau penyu atau ke pulau nusa penida, aksesnya dari sini. Yang mau nyobain canoe bisa juga di sini. Sementara matahari mulai memuncak di ufuk timur, asam lambung juga mulai memuncak ke esophagus. Lapar. Waktunya sarapan. IMG_0069Meluncurlah ke bubur ayam bang yosi di simpang enam denpasar. Bubur ayam yang buka 24 jam dengan rasa yang pas, porsi yang pas, dan harga yang murah.

Menjelang siang, tujuan selanjutnya adalah Bajra Sandhi, monumen di daerah Renon yang dikelilingi lapangan hijau. Lapangan ini biasanya kalau sore jadi sarana olahraga basket, volly, sepakbola, jogging atau buat yang sekedar nangkring dan makan di seputaran lapangan.

IMG_0077


Di dalam bangunan bajra sandhi dapat dijumpai diorama yang menjelaskIMG_0084an sejarah bali mulai dari zaman purbakala, zaman perjuangan NKRI, hingga era pembangunan. Tampak pada bagian luar banyak ukiran dan patung-patung yang serupa dengan candi-candi yang ada di daerah Jawa. Pengunjung juga dapat menikmati keindahan kota denpasar dari atas bangunan, hanya saja bentuk tangganya spiral dan tidak dianjurkan buat orang yang menderita vertigo. Wanita yang sedang haid juga dilarang naik ke atas.

 IMG_0087 IMG_0095

Untuk masuk ke sini, cukup merogoh kocek IDR 5.000/orang. Selain itu banyak spot yang indah kalau mau ngambil foto pre-wedding di area ini. Timing yang baik di kisaran pukul 10.00-11.00 dan pukul 03.00-05.00. Kenapa? Dari sudut penyinarannya ada spot-spot terbaik yang bisa menghasilkan foto terbaik pada waktu tersebut, hasil sharing dari teman-teman yang bergelut di bidang fotografi. Dan juga, kalau siang panasnya gak nahan… Super Duper Hot Hot… +_+

IMG_0097

Hari 3. Ubud + Bali Bird Park & Rimba Reptil + Kintamani. Di Bali Bird Park, semua jenis burung di hampir seluruh dunia ada di sini. Untuk masuk ke sini, pelajar dan mahasiswa seharga IDR 50.000, untuk umum seharga IDR 75.000 (nett). Tempo hari masuk berempat bayar 350K, berarti sekitar IDR 82500. Untuk turis asing IDR 125.000. Ada banyak atraksi di sini, mulai dari atraksi memberi makan burung, atraksi elang, nonton 4D natural cinematic, berfotoria dengan burung-burung di Guyu Corner dll.

Burung-burung yang khusus difoto ini sangat kooperatif. Tapi kadang pas lagi iseng suka mematuki benda-benda aksesoris atau yang berwujud tali. (Tempo hari sih tali behanya orang bule yang diserang, lagi lagi dan lagi, burungnya jenis kelamin jantan dan rada genit. hahaha). Burung yang dimaksud itu yang di foto berikut ini yang di sebelah kanan yang nangkrin di pundak saya.

Sementara yang doyan foto dengan reptil bisa masuk ke rimba reptilnya. Satu tempat dengan tiket yang sama, hanya beda kawasan. Di sini terdapat bermacam-macam reptil dan jenis hewan melata. Mulai dari kadal, tokek, ular, iguana, buaya, kura-kura, hingga komodo. Beberapa jenis yang buas, berbahaya, maupun beracun jelas tidak bisa difoto sambil disentuh, hahaha…

Dan waktu berkunjung ke sana, nemu kura-kura yang sedang bercinta dan ngalah-ngalahin pose doggy style maupun piggyback style. Saya juluki saja dengan pose turtle style. Menurut informasi petugas di sana, hewan ini dapat bertahan dengan posisi seperti berikut dalam waktu sekitar +- 30 menit.

Beranjak dari Bali Bird Park menuju Kintamani waktunya singgah makan di nasi ayam kedewatan. Buat yang gemar dan doyan dengan masakan pedas, mantap banget nih… Khas bali banget… Cuma pas lagi ga kebagian sate lilit ikannya. Harga 1 porsi IDR 20.000. Berikut penampakannya.

IMG-20131003-WA0006Jangan khawatir, insya Allah halal dan thoyyib. yang di bagian bawah itu  usus ayam dan kulit ayam yang digoreng crispy. Jadi isinya ada telur rebus, ayam suwir, serombotan (ini macam urap) + kacang panjang yang dipotong kecil-kecil dan juga ada kacang tanah goreng.

Lanjut perjalanan ke kintamani, sayangnya sekitar gunung mulai ditutupi kabut, jadi foto yang diambil tidak begitu jelas gambarnya. Gunung dan danaunya tak tampak jelas, karena cuma ambil foto dari pinggir jalan. Ga berani turun ke bawah dekat danau karena cuma nyewa mobil karimun, takut ga kuat naiknya. (catat: kalau jalan-jalan di bali dan maksimal 4 orang, sewa saja mobil jenis karimun untuk menghindari macet dan murah meriah. Harganya di kisaran IDR 140.000/24 jam tanpa supir)

IMG_0282Malam harinya mampir makan di warung superhero buat makan nasi gandul dan minum susu janda menhol :p (nama minuman di sini unik-unik) dan warung ini sempat masuk di wisata kulinernya pak Bondan. Untuk warung serupa ada dua tempat, awalnya cuma satu, terus pecah jadi dua tempat. Yang satu namanya warung punokawan, yang lain warung superhero. Uniknya di saat tertentu penjualnya memakai kostum seperti nama warungnya. Kalau punokawan (gareng, semar, petruk dkk), kalau superhero (batman, superman, spiderman, dkk). Untuk nasi gandulnya, rasanya pas, porsinya pas, dan ga eneg. Dulu waktu jaman masih kuliah, saya sampai nongkrong di warung ini buat STMJ-an sama makan inteljuned sembari membawa handout materi kuliah, lol… :p

IMG-20131003-WA0001 IMG-20131003-WA0002 IMG-20131003-WA0003a

Hari 4. GWK + sholat Jumat di Masjid Ibnu Batutah + Blue Point Beach. IMG_0308Garuda Wisnu Kencana, merupakan cultural park, di mana terdapat segala macam kebudayaan hingga mithology bali yang dapat kita dokumentasikan di sini. Pada hari tertentu dan jam tertentu kita bisa menikmati tarian barong, tarian kecak, tarian dewi sri, wayang bali, joget bumbung dan banyak atraksi lainnya.Di kawasan GWK ini terdapat bangunan yang khusus buat lukisan; bahkan kita bisa dibuatkan karikatur dengan gratis; ada juga bukit yang dipahat dengan relief yang menjelaskan kisah mahabrata; di luar sebelum masuk bangunan kita bisa mengamati pulau bali dari puncak dengan teropong; di sisi lain bangunan ada tempat koleksi ogoh-ogoh, di bagian agak ke tengah kita bisa menikmati ATR maupun wisata outbond lainnya; dan tentu saja sudah pasti ada patung GWK yang nantinya sesuai maket akan dgabung dan disatukan. (Tapi mulai saya kuliah di tahun 2004 hingga sekarang di tahun 2013, proyek belum rampung)

IMG_0378

IMG_0301Untuk wisata outbond harganya berkisar antara IDR 50.000-150.000. Kalau mau menikmati celah-celah bukit bisa dengan naik ATR seharga IDR 50.000/15 menit.

IMG_0357Dan kebetulan juga pada saat itu ada pameran industri perdagangan, pertanian dan perkebunan dari disperindag dan dinas pertanian yang melibatkan seluruh provinsi di Indonesia. (Memang lagi musimnya, di mana-mana nemu pameran beginian). Ngopi gratis duluuu…!!!!

IMG-20131004-WA0013 IMG-20131004-WA0014

Selanjutnya, meluncur ke Komplek Bangunan Ibadah Keagamaan yang berjejer dalam satu tempat di kawasan bukit setelah Sekolah Tinggi Pariwisata kalau dari arah GWK. Jadi ada 5 bangunan ibadah yang berdampingan. Celakanya macet karena ada delegasi APEC dan rombongan kementrian RI yang juga sholat Jumat di situ. Lanjut ke Blue Point Beach (foto menyusul). View di sini sudah banyak berubah. Bagian tebing yang dulunya bisa kita nikmati gratis, sekarang sudah jadi warung/cafe, masuk pastinya bayar dan ada hitungannya per jam (baru masuk lho ya, belum makannya).

Lanjut makan nasi pedas bu Andika yang masuk wisata kulinernya pak Bondan juga. Harga makanan di sini sesuai dengan item yang kita ambil. Tapi perlu diingat, belum lengkap rasanya kalau datang ke sini gak makan kulit ayamnya. Kalau dulu ada di display bersama dengan item makanan lainnya. Sekarang terpisah, dengan harga IDR 20.000/ons. Selalu tanyakan, kulit ayamnya ada ga?

IMG-20131004-WA0020  IMG-20131004-WA0022

IMG-20131004-WA0017

IMG-20131004-WA0021

IMG-20131004-WA0016

Hari 5. Kawasan Art Centre + Belanja Oleh-oleh di Erlangga – Krisna + Malming di seputaran Legian

Hari 6. Joger + Pantai Kuta. Pantai Kuta tahun 2004 hingga tahun 2013 drastis sekali perubahannya. Kalau dulu masih bisa kita lihat seaweed di pinggiran pantai, dulu juga belum begitu ramai, pagar beton di sepanjang pantai dulu awalnya tidak terlalu tinggi dan banyak ornamen patung yang unik, bentuk pasir awalnya nge-trap sekarang melandai.

IMG_0469

Selepas menikmati sunset dan berjalan sepanjang pantai, waktunya memanjakan diri dengan foot reflexology aromatherapy. Terpilihlah cozy spa. Kenapa? Karena ada mushollanya, jadi sekalian sholat maghrib di sana. Terus kita bisa milih jenis aromaterapinya dan juga pilih musik di ipod selama sedang perawatan badan. Untuk terapis cowok dan cewek juga terpisah, dan kita juga bisa milih terapisnya (if available, unless you’ve already booked before).

Hari 7. Go back to Balikpapan, transit bentar di Ujung pandang.

Kesimpulan perjalanan, eksotisme Bali mulai berkurang karena sekarang sudah banyak tempat yang dulunya ga banyak orang tahu, sekarang sudah jadi tempat komersil :p Tapi biar bagaimanapun, tetap saja bali lebih baik dari banyak daerah lain sebagai tujuan wisata. Mulai dari wisata yang ecek-ecek (read: ga ngeluarin duit) sampai wisata yang merogoh kocek, semua ada di sini. Dengan sempat kuliah di Bali + jadi guide freelance, cari makan jadi ga susah, cari kendaraan juga ga susah, cari tempat nginap juga ga susah. Yang susah cari waktunya buat berlibur :p Sampai Jumpa di perjalanan berikutnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s