Magic Mushroom 2: Aspek Medikolegal

Berhubung banyak pembaca yang singgah di postingan saya berjudul Magic Mushroom, maka saya tambahkan sedikit mengenai Magic Mushroom ini. Magic Mushroom yang saya bahas, yang termasuk ke dalam genus psilocybin. Dan juga perlu dicatat, saya tidak berjualan magic mushroom, tidak menganjurkan pula mengkonsumsinya. Saya hanya memaparkan dari segi medis saja. Adapun yang pro kontra, kontroversi atau semacamnya, silakan saja asal jangan sampai gontok-gontokan. Ilmu pengetahuan bisa berkembang karena ada perbedaan pendapat. Yang mau sekedar sharing, silakan juga memeriahkan comment di bawah.

Image

Sebelumnya sempat saya jabarkan mengenai apa itu MM, durasi kerjanya, efek, sampai ke trend penggunaannya. Berikut akan lebih kita bahas mengenai aspek legalitasnya. Sebelum masuk ke aspek legal, saya sambung sedikit ke efek penggunaannya. Ada beberapa derajat atau intensitas efek yang diamati pada pengguna magic mushroom (dan ini yang sering dikomentari di postingan sebelumnya), antara lain:

  1. Baseline. Perasaan yang dialami sebelum mengkonsumsi magic mushroom
  2. Off baseline. Efek yang sangat ringan, relaksasi, tertawa kecil, perasaan seperti membatu dengan persepsi visual yang meningkat, warna lebih cerah dan pola-pola mudah ditangkap oleh mata, perasaan ringan, euphoria, dan musik terdengar lebih baik.
  3. +1. Halusinasi visual yang lebih kuat, objek terlihat bergerak seperti dinding rongga dada yang bernafas, waktu yang sangat tepat untuk merenung dan merefleksikan diri, kemampuan proses pikir meningkat, dorongan kreativitas, euphoria, rasa terikat dengan orang lain, empati, dan perasaan waktu berjalan lambat
  4. +2. Efek visual yang sangat jelas, objek yang familier terlihat aneh atau asing, imajinasi tiga dimensi, kebingungan pada panca indera, memori di masa lalu bisa terungkap kembali (flashback), pengaruh musik sangat kuat dan dapat mempengaruhi mood, dan perasaan terhadap waktu menghilang.
  5. +3. Halusinasi yang sangat kuat seolah-olah suatu objek berubah menjadi objek lain, depersonalisasi yang kuat seolah diri dan alam semesta menyatu, perasaan memiliki hubungan terhadap semua yang berada di sekitar, dapat mengalami perasaan yang kontradiksi secara simultan, perasaan lenyap dari realita, panca indera bercampur menjadi satu, perasaan dilahirkan kembali, kesadaran yang kuat terhadap proses mental diri sendiri, dan terlihat visualisasi simbolis saat mata ditutup.
  6. +4. Pengalaman yang paling jarang. Efek visual yang secara keseluruhan terpisah dari kenyataan, panca indera berhenti berfungsi secara normal, hilangnya jati diri secara keseluruhan.

Sedikit mengulas, bahwa dalam dunia kedokteran, setelah komponen psilocybin dan psilocyn ditemukan oleh Albert Hoffman, penelitian besar-besaran terhadap magic mushroom dilakukan. Hal ini karena dibandingkan dengan beragam jenis obat yang termasuk dalam ruang lingkup halusinogenik seperti mescaline, LSD, DMT, dan beragam turunan amphetamine, psilocybin dan psilocyn memiliki fitur farmakologis yang membuat mereka menarik untuk dijadikan penelitian klinik.

Image

3 Macam Jamur MM

Tidak seperti psilocybin, sintesis obat-obatan serotonergik halusinogenik yang lainnya relatif mudah. Sintesis psilocybin yang pertama kali dibuat pada tahun 1960, dengan nama dagang Indocybin® Sandoz, dipasarkan dengan tujuan eksperimental dan sebagai agen psikoterapi. Namun demikian, hingga saat ini hanya sedikit data farmakologis yang dapat diperoleh. Karena termasuk dalam golongan serotonin (5-HT), maka psilocybin dipakai sebagai obat untuk mengobati penyakit neurologik dan psikiatrik. Psilocybin dapat digunakan untuk mengobati nyeri kepala kronis unilateral (cluster headache). Beberapa penelitian menyatakan bahwa penggunaan psilocybin menghasilkan efek terapeutik yang lebih cepat dibanding agen serotonergik lainnya dalam pengobatan gangguan obsesif kompulsif.

Kontroversi dan stigma terhadap penggunaan psilocybin membuat substansi ini kehilangan popularitasnya pada tahun 1970-an. Memasuki abad ke 21, penggunaan psilocybin mulai marak kembali di kalangan remaja dan dewasa muda di seluruh dunia. Namun, penggunaannya bukan untuk tujuan medik melainkan untuk mendapatkan euphoria dari efek halusinasi. Sedangkan dari segi legalitas, sejak awal ditemukan sekitar tahun 1960 hingga tahun 1970 penggunaan mushroom masih diperdebatkan. Hingga akhirnya, pada tahun 1971, diadakan Konvensi Internasional mengenai Substansi Psikotropika oleh Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) yang di dalamnya termasuk membahas psilocybin dan mengelompokkannya ke dalam obat-obatan golongan I (Schedule I) di bawah kontrol internasional.

Dalam Konvensi Internasional ini, pada bagian keempat berisi larangan dan pembatasan ekspor dan impor substansi psikotropika sesuai dengan ketentuan negara tertentu. Dengan kata lain, merupakan suatu pelanggaran keras jika suatu negara mengekspor substansi tertentu yang terlarang pada negara yang dituju.

Belanda. Tanggal 25 April 2008, pemerintah Belanda telah memutuskan untuk melarang magic mushroom dan mengumumkan akan segera dibuat rancangan undang-undang sebelum disetujui oleh parlemen di bawah proposal yang diajukan kepada menteri kesehatan dan kehakiman. Keputusan ini dibuat sebagai akibat dari banyaknya jumlah turis yang terlibat kecelakaan. Menteri kesehatan menyatakan bahwa jumlah insiden pemakaian mushroom meningkat yang awalnya hanya 55 pada tahun 2004 menjadi lebih dari 100 pada tahun 2007. Larangan menanam dan menggunakan magic mushroom berarti penutupan terhadap “smartshop” yang menjual magic mushroom. Penjualan magic mushroom kering telah dilarang, tapi yang masih segar diijinkan.

Inggris. Sebelum tahun 2005, magic mushroom dijual di ratusan toko dan melalui internet di seluruh Inggris. Hukum di Inggris berubah pada April 2005, di mana kepemilikan mushroom adalah ilegal dalam bentuk apapun; segar, kering, dalam polybag, dalam makanan dan lain-lain. Kepemilikan, pembudidayaan, dan pemasaran magic mushroom diatur dalam Undang-undang Penyalahgunaan Obat (Misuse of Drugs Act).

Spanyol dan Austria. Di beberapa negara eropa seperti Spanyol dan Austria, magic mushroom dalam bentuk segarnya masih tetap legal.

Amerika Serikat dan Kanada. Kepemilikan dan penggunaan psilocybin dan psilocyn pada kedua negara ini dilarang hampir dalam semua sirkumstansi, dan pengabaian terhadap ketentuan ini sering mendapat penalti legal.

Indonesia. Indonesia kini bukan lagi sekadar tempat transit narkotika dan psikotropika dari mancanegara, namun telah menjadi daerah sasaran bahkan sebagai produsen dari beberapa jenis narkotika dan psikotropika. Peredaran narkotik psikotropika dan zat adiktif (NAPZA) ini sulit diatasi karena ada keterlibatan dari oknum-oknum yang kebal hukum (impunity). Hal tersebut menyebabkan NAPZA menjadi masalah nasional, bahkan lebih tepat dikatakan sebagai bencana nasional. Dua produk UU, yakni psikotropika (UU No 5/1997) dan narkotika (UU No 22/1997), yang memberikan sanksi yang berat seolah tidak mampu menjerakan oknum-oknum tersebut.

Obat psikotropika dan neurotropika ataupun obat pada umumnya dalam disiplin kedokteran forensik masuk dalam kategori batasan “racun” menurut Taylor, yakni setiap bahan/zat yang dalam jumlah relatif kecil bila masuk ke dalam tubuh akan menimbulkan reaksi biokimiawi maupun patofisiologis sehingga akan menyebabkan penyakit dan atau kematian. Hal ini tergantung pada takaran, cara pemberian, bentuk fisik dan susunan kimiawi, serta kepekaan korban.

Adapun magic mushroom bisa masuk ke dalam tubuh korban akibat unsur kesengajaan atau kebetulan. Kesengajaan dapat akibat ulah orang lain maupun diri sendiri. Sedangkan unsur kebetulan atau kecelakaan dapat akibat ketidaktahuan terhadap spesies mushroom tersebut sehingga dikonsumsi tanpa pengetahuan atas efek yang dihasilkan mushroom tersebut. Baik disengaja maupun tidak, magic mushroom bisa sampai di tangan pengguna akibat adanya distribusi benda tersebut.

Jalur distribusi magic mushroom, sama seperti substansi psikotropika dan neurotropika, terbagi menjadi dua yakni jalur resmi (licit) dan jalur peredaran gelap (illicit). Jalur resmi biasanya bertujuan untuk kepentingan medis, seperti penelitian dan pengobatan yang terbatas dan terkontrol. Sedangkan jalur peredaran gelap inilah yang menyebabkan penyalahgunaan magic mushroom semakin marak. Dalam langkah pengendalian dan pengawasan jalur resmi telah disusun sepuluh langkah yakni penanaman, impor-ekspor, produksi-distribusi, pelaporan, penggunaan, pemanfaatan, penyimpanan, pemusnahan, serta pengangkutan psikotropika oleh tenaga dan sarana kesehatan, serta kultivasi oleh lembaga ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan untuk jalur peredaran gelap, pihak kepolisianlah yang merupakan aparat pemerintah utama untuk menyelidiki dan atau menyidiknya yang bila diperlukan akan diteruskan kepada pihak kejaksaan dan kemudian ke pengadilan sebagaimana sistem peradilan pidana kita.

Ditinjau dari segi hukum, maka perundangan yang membahas tentang penggunaan magic mushroom adalah sebagai berikut:

1. Pasal 204 KUHP ayat (1) dan (2). (1)     Barang siapa menjual, menawarkan, menyerahkan atau membagi-bagikan barang yang diketahuinya membahayakan nyawa atau kesehatan orang, padahal sifat berhahaya itu tidak diberi tahu, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun. (2)     Jika perbuatan itu mengakibatkan orang mati, yang bersalah diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun.

2. Undang-undang nomor 3 tahun 1992 tentang kesehatan, pasal 81 ayat (2) huruf c “Barang siapa dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan tanpa izin edar sebagaimana dimaksud dalam pasal 41 ayat (1) dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun dan pidana denda paling banyak 140 juta rupiah” Dalam aspek medikolegal perlu diperhatikan dualisme biomedis di mana orang yang terpapar magic mushroom, khususnya yang tidak mengetahui tentang apa sebenarnya magic mushroom itu, bisa digolongkan sebagai pasien dan bisa juga sebagai korban.

Image

Sumber:

  1. Nichols, David E. Improvements to the Synthesis of Psilocybin and a Facile Method forPreparing the O-Acetyl Prodrug of Psilocin. Synthesis 1999, No. 6, 935–938. Available at: http://www.erowid.org/archive/rhodium/pdf/nichols/nichols-psilocin.pdf
  2. Passie, T; Seifert, J; et al. The pharmacology of psilocybin. Addiction Biology (2002) 7, 357–364. Available at: http://www.shroomery.org/attachments/4529203-pharmacologyofpsilocybin.pdf
  3. Psilocybin Mushrooms. Available at: http://en.wikipedia.org/wiki/Psilocybin_mushrooms
  4. Moreno, Fransisco A et al. Effects of Psilocybin in Obsessive-Compulsive Disorder. Available at: http://www.maps.org/research/psilo/azproto.html
  5. List of Psychotropic Substances under International Control. Available at: http://www.incb.org/pdf/e/list/green.pdf
  6. Netherlands to ban ‘magic mushrooms’. April 25, 2008. Available at: http://www.abc.net.au/news/stories/2008/04/26/2228084.htm
  7. Winstock, A. Paralel Session 3D: Drugs in clubs: trends and tests. Available at: http://www.clubhealth.org.uk/File/Adam%20Winstock%20mushrooms.pdf
  8. The Good Drugs Guide: Mushroom’s Frequently Asked Question. Available at: http://www.thegooddrugsguide.com/mushrooms/faq.htm#01
  9. Konsensus FKUI. Opiat, masalah medis dan penatalaksanaannya. Edisi II, 12 April 2002. Hal: 95-105
  10. http://scienceblog.ginariggio.com/wp-content/uploads/2012/03/magic-mushroom-plant-purple.jpg
  11. http://collegetimes.ie/wp-content/uploads/2012/09/three-kinds-magic-mushrooms.jpg
  12. http://ninjapete888.files.wordpress.com/2012/02/magic-mushrooms2.jpg

2 comments on “Magic Mushroom 2: Aspek Medikolegal

  1. Stella says:

    Wow banyak juga nih di Pulau Samosir
    Dijual di warung-warung dan dicampur dalam masakan gitu
    Ckckckckck

  2. psychonaut says:

    sayang penggunaan zat entheogen oleh org2 yg tdk bertanggung jawab akhirnya merusak imej dari tanaman2 pembawanya yg akhirnya membuat org2 salah menafsirkannya sebagai narkotika dan stigma narkotika itu menurut mrk buruk dan membuat tanaman2 tersebut di cap sbg barang yg berbahaya tanpa meneliti dan mempelajarinya terlebih dahulu.

    tanpa niatan menuding pihak2 tertentu, menurut saya ada permainan yang lebih besar dari oknum2 dirantai teratas untuk melarang peredarannya.
    hal ini bisa dibuktikan bahwa zat entheogen sebenarnya sangat ampuh untuk mengobati kecanduan2 termasuk alkohol & nikotin. Juga membuat pemakainya lebih kritis dalam berpikir mengenai hidup secara luas & lingkungan sekitarnya bahkan bisa menilai dan menghancurkan sebuah pemerintahan dgn sistem yg korup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s