Sensasi Memancing di Laut VS di Air Tawar

Bagi seorang awam atau pemula (newbie), memancing itu memang kegiatan yang luar biasa membosankan. Butuh kesabaran. ketelatenan dan kesungguhan tingkat dewa. Namun dari semua itu, bagi newbie yang paling menyenangkan adalah sensasi “strike” 

Dulu waktu jaman masih PTT, untuk menghabiskan waktu kadang-kadang mancing bareng teman-teman perawat. Mancingnya ya di empang, rawa, atau sungai. Hasil tangkapannya antara lain ya ikan mujair, nila, lele dan ikan air tawar lainnya. Hari minggu kemarin (27/10), akhirnya kesampaian juga mancing di laut. Memang sih tidak seperti yang pro macam di acara Mancing Mania, yang penting mancing di laut. Berangkat dengan peralatan mancing sekedarnya — cuaca di laut saat itu memang sedang turun hujan di beberapa spot — rombongan tetap saja nekat. Bergegaslah kami ke dermaga untuk naik kelotok sewaan.

IMG_0508Di sisi dermaga, kawasan perairan hutan bakau tampak tenang. Sesekali tampak kawanan burung yang terbang dari satu pohon ke pohon lain, ada juga yang ke permukaan air untuk menyambar ikan yang muncul. Pemandangannya sangat kontras, di mana warna yang dominan adalah hijau. Asri, tenang, dan menyejukkan.

IMG_0514

Sejauh mata memandang yang terlihat hanyalah hijau. Kawasan perairan hutan bakau ini berada dekat dermaga salah satu perusahaan tambang batubara di Kalimantan Selatan.

IMG_0515

Sesampainya di laut lepas, segera kami disambut oleh hujan. Tantangan terberat mancing di laut adalah saat ombak sedang tinggi ditambah hujan. Banyak orang yang kena mabuk laut dalam kondisi seperti ini. Yang tragis biasanya kalau sampai ada yang muntah, sampai semua isi makanannya keluar ditambah muntah kuning🙂 Sedikit OOT, mabuk perjalanan (motion sickness) merupakan suatu kondisi di mana otak belum siap merespon terhadap perubahan kejadian atau pergerakan yang terjadi di lingkungan sekitar. Pusat keseimbangan manusia diatur antara lain oleh telinga tengah dan otak kecil (cerebellum). Bagian telinga tengah yang mengatur keseimbangan ada yang dinamakan dengan sacculus utriculus. Bagian ini yang mempersepsikan posisi horizontal dan vertikal yang kemudian akan diteruskan ke otak. Jika terjadi keterlambatan persepsi atau kesalahan persepsi, maka terjadilah motion sickness. Diawali dengan pening, mual, sensasi perut seperti dikocok, lanjut ke muntah.

Terombang-ambing dahsyat di lautan ditambah dengan hujan, berkali-kali kami pindah spot. Sampai akhirnya diputuskan untuk mancing dari floating crane saja. Celakanya waktu mau pindah dari kelotok ke floating crane luar biasa ribetnya. Hampir saja saya tercebur dan terbentur bagian ujung landasan floating crane. (padahal selama ini naik kelotok dan ketinting aman-aman saja +_+)

IMG-20131027-00880

Perbedaan mancing di laut dan di air tawar sangat terasa sekali. Kalau di air tawar, biasa digunakan pelampung pada pancingan supaya bisa tahu kalau ada ikan yang menyambar umpan, sementara di laut tidak pakai. Bandul atau pemberat untuk di laut ukurannya lebih besar dan lebih berat. Dari segi umpan kalau di air tawar biasa dipakai pellet, cacing, udang sawah. (Zaman PTT dulu sampai bawa cangkul, nyangkul tanah dulu buat nyari cacing :p, mau beli cacing kiloan berat bung… ga kuat). Sementara kalau mancing di laut umpannya seperti udang tiger, ikan kecil, atau artificial bait (umpan yang berbentuk miniatur dari ikan atau udang)

IMG-20131027-00881

Dan yang paling menyenangkan sensasi strike-nya beda. Kalau mancing di air tawar, apalagi di pemancingan, harus nunggu sampai bosan… Kadang-kadang malah sambil bawa novel atau PSP. Kalau di laut ga bakalan bosan. Ikannya banyak dan ternyata ganas. Dikasi nasi aja langsung disambar dikerubutin. Jadi ingat tahun 2009 akhir waktu snorkeling di Bali di pantai Lovina bareng teman-teman coAss. Ada teman saya pas mendekat ke kelotok nyeletuk begini, “wuih kok di sisi kelotok yang ini kok banyak ikan hias laut berkumpul ya??” Sontak saja kami semua yang sudah di kelotok cuma bilang “Masa? Gitu ya? oooh….” Sambil nahan gelak tawa, sampai meringis-meringis ga jelas ROTFL😛 (Rahasianya ikannya nyambar bekas muntahan teman kami inisial TSG)

IMG-20131027-00886

Waktunya pulang. Hasil tangkapan ga begitu banyak, tapi lumayan cukup buat makan banyak orang. Rombongan yang sering mancing ini bilang biasanya banyak ikan merah dan ikan kakap. Sayang sekali karena cuaca lagi kurang bersahabat. Semilir angin laut, suara mesin kelotok yang ribut, desir ombak, kawanan burung camar yang terbang rendah di atas permukaan air laut. Sungguh betapa indah pesona ciptaan tuhan.

IMG-20131027-00893

IMG-20131027-00894

Dulu saya sering nyeletuk, apa sih enaknya mancing. Ternyata… Mancing Mania… Mantap!!!

nenek moyangku orang pelaut
gemar mengarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa

angin bertiup layar terkembang
ombak berdebur di tepi pantai
pemuda b’rani bangkit sekarang
ke laut kita beramai-ramai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s