Serangan Jantung Akibat Sengatan Listrik

imagesDisadari maupun tidak, tubuh manusia sebenarnya mengandung kelistrikan. Tidak heran jika ada pesulap yang bisa menyalakan lampu atau menggerakkan sesuatu dari jarak jauh hanya dengan menggunakan anggota tubuh. Sistem di dalam tubuh manusia yang menggunakan sifat dan energi listrik yang paling mudah diamati adalah sistem persyarafan dan sistem kardiovaskuler. Sederhananya syaraf, otak, dan jantung bisa berfungsi karena aktivitas kelistrikan.

Sebelum membahas lebih lanjut, pasti ada yang bertanya dalam hati, dari mana asal energi tersebut? Jawabannya dari elektrolit yang ada pada cairan tubuh. Elektrolit ini sudah diatur di dalam tubuh dan juga dipengaruhi dari asupan makanan & minuman. Minuman yang mengandung elektrolit contohnya minuman isotonik yang banyak iklannya di TV, kemudian juga air kelapa, oralit dan sebagainya. Makanan yang mengandung elektrolit seperti buah-buahan, sayur, hingga bumbu dapur. Elektrolit tersebut ada yang mengandung muatan positif (i.e. Na+, K+) ada pula muatan negatif (i.e. Cl, SO4). Arus listrik mengalir melalui kutub positif ke kutub negatif.

Jika ada gangguan pada irama kelistrikan tersebut dapat muncul tanda/gejala pada bagian tubuh yang kinerjanya dipengaruhi listrik. Pada otak, kita dapat menilai irama kelistrikannya dari electroencephalography (EEG), sedangkan pada jantung dapat diamati dari electrocardiography (ECG/EKG). Irama ini ada yang sifatnya normal, varian normal, maupun abnormal.

Secara general, dapat dilihat pada ilustrasi gambar di atas bahwa jantung dapat berdenyut secara teratur, sinkron dan simultan akibat adanya vektor arus listrik yang mengalir dari serambi kanan (atrium dextra) hingga bilik kiri (ventricle sinistra). Teratur dalam hal ini jarak antara denyut jantung yang satu dengan denyut jantung yang lain durasinya sama. Sinkron dalam hal ini selalu bergantian atrium dulu yang berdenyut diikuti ventrikel. Sementara simultan yakni kedua serambi berdenyut bersamaan diikuti denyutan kedua bilik. Sehingga kalau didengarkan menggunakan stethoscope maka akan berbunyi seperti “lub-dub” “lub-dub“.

30_ways_to_die_of_electrocution_15Asumsi di atas adalah jika jantung bekerja secara normal, dalam hal ini aktivitas kelistrikan dalam tubuh normal. Terus bagaimana jika ada aktivitas kelistrikan yang datang dari luar tubuh? Misal tersengat listrik, atau tersambar petir. Maka manifestasi gejala/tanda yang muncul bervariasi bisa dilihat di sini. Pada kuat arus yang berbeda maka gangguan irama jantung akan berbeda pula. Kuat arus <50 mA yang dapat terjadi adalah irama tautan (Junctional rhythm) seperti Atrial Extrasystole (AES), Ventricular Extrasystole (VES) dll; dan juga gangguan konduksi/blokade irama jantung seperti AV Block, RBBB, LBBB dan semacamnya. Kuat arus 50-100mA dapat menyebabkan Ventricular Fibrillation. Sementara kuat arus >2A dapat menyebabkan asystole.

Jenis Irama Tautan: VES/PVC

Jenis Irama Tautan: VES/PVC

Pada irama tautan yang terjadi adalah muncul irama baru di antara irama normal jantung, analogi sederhananya jika orang normal berjalan dengan 2 kaki maka yang cacat dengan bantuan tongkat. Gangguan konduksi/blokade yang terjadi adalah irama jantung jadi melambat, tidak sinkron atau tidak simultan karena ada blokade arus listrik pada bagian jantung tertentu; analogi sederhananya jika kita perhatikan kuda berlari/berjalan maka kedua kaki depan digerakkan hampir bersamaan disusul kedua kaki belakang hampir bersamaan dalam hal ini yang terjadi gerakan melambat dan tidak sinkron antara keempat kaki tersebut.

Sementara serangan jantung sendiri yang biasa menimbulkan nyeri, sesak pada dada, rasa terbakar, tertekan, seolah ditindih benda berat biasanya terjadi karena ada bagian otot jantung yang rusak pada kasus sengatan listrik — pada kasus penyumbatan pembuluh darah koroner biasa disebut Penyakit Jantung Koroner (ACS)– hasil akhirnya sama-sama terjadi kerusakan otot jantung tapi mekanismenya berbeda. Dapat diamati adanya perubahan segmen ST-T baik spesifik seperti pada kasus ACS atau perubahan ST-T yang nonspesifik.

Jika serangan ini berlanjut, maka irama jantung semakin tidak karuan dan biasanya pada kasus sengatan listrik dengan kuat arus tinggi terjadi  Ventricular Fibrilation (VF). Jantung normal berdenyut, sementara dalam kasus VF jantung hanya bergetar dengan sangat cepat dan tidak karuan seperti pada video berikut.

Saat irama jantung sudah masuk ke dalam fase VF ini, maka tenaga kesehatan akan melakukan pijat jantung dan kejut jantung. Jika selamat, kembali ke denyut jantung normal. Namun jika tidak, maka irama EKG menjadi datar dan ini yang disebut asystole. Henti jantung. Dan merupakan salah satu tanda pasti kematian.

Source:

http://www.uic.edu/labs/lightninginjury/Electr&Ltn.pdf

http://www.uic.edu/labs/lightninginjury/treatment.html

http://www.patient.co.uk/doctor/Electrical-Injuries-and-Lightning-Strikes.htm

http://en.wikipedia.org/wiki/Premature_ventricular_contraction

http://en.wikipedia.org/wiki/Bundle_branch_block

http://acidcow.com/pics/3989-30_ways_to_die_of_electrocution_30_pics.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s