Cyber War Indonesia Vs Australia

captureTernyata ada aksi solidaritas lain yang lebih menggairahkan. Yakni aksi cyber war Indonesia Vs Australia. Kejadian ini awalnya dipicu oleh spionase Australia terhadap handphone Ibu negara. Bagi sebagian orang memang hal semacam ini tidak dirasa penting. Tapi sebenarnya garis terluar pertahanan dan keamanan negara berada pada sistem informasi. Pepatah bilang Information is power”.

Hingga saat presiden RI menyatakan pernyataan tegas dan menuntut Australia untuk meminta maaf dan menjelaskan maksud dari spionase tersebut, belum ada itikad baik dari Australia untuk merespon perihal tersebut. Hal ini membuat geram sekumpulan cracker Indonesia yang tergabung dalam Anonymous. Komunitas-komunitas yang turut beraksi antara lain Java Cyber Army dan Indonesia Hacker Newbie.

131104051241_hackersindonesia_512x288_1_nocreditBeberapa teknik yang digunakan  antara lain defacing dan serangan Distributed Denial of Sevice (DDOS). Di beberapa halaman website  peretas  memasang lagu Indonesia Pusaka, karya Ismail Marzuki, yang dinyanyikan dalam versi rock dan diimbuhi dengan pidato proklamator Ir Sukarno. Tidak ketinggalan muncul pula sesosok gambar kartun berbaju merah di bagian paling atas halaman, nampak tengah membawa tongkat dengan bendera merah putih. Di situs lainnya muncul halaman seperti gambar di atas.

Walaupun serangan DDOS & defacing tidak dibenarkan dalam UU ITE tahun 2008, pimpinan DPR dukung aksi peretasan terhadap situs-situs Australia, dapat dilhat di sini. Namun Menkominfo Tifatul Sembiring menekankan bahwa dirinya enggan berkomenter lebih lanjut soal dugaan tersebut. Ketua Forum Telematika Kawasan Timur Indonesia (KTI), Hidayat Nahwi Rasul, bahkan mengacungkan jempol kepada para hacker Indonesia tersebut.

Terlepas dari benar atau salah tindakan yang diambil, itu semuanya manusiawi. Bangsa mana yang harga dirinya tidak tercoreng andai sudah melakukan hubungan diplomatis dan kerjasama bilateral menerima dengan hangat malah ditusuk dari belakang. Zaman penjajahan memang sudah selesai, tapi perang memberantas sistem penjajahan tampaknya belum tuntas. Dan perang informasi adalah perang yang paling mengerikan dampaknya.

Mengapa harus menyadap kawan dan bukan lawan???

If I could do much, i would help for sure. If i could be of any assistance, I would support. But it’s all beyond my ability. Thus, I wish you all good luck and always be proud of Indonesia…

Source:

http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/11/131104_anonymous_iptek.shtml

http://www.beritasatu.com/dunia/150112-menkominfo-isu-hacker-indonesia-retas-australia-masih-simpang-siur.html

http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/10/131030_menlu_protes_penyadapan.shtml

http://rakyatsulsel.com/sukses-retas-situs-intelejen-australia-satu-nol-untuk-hacker-indonesia.html

http://internasional.teraspos.com/read/2013/11/04/65477/hacker-indonesia-retas-puluhan-situs-australia

http://teknologi.inilah.com/read/detail/2044125/anonymous-indonesia-retas-ratusan-situs-australia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s