[Logika Terbalik] Kapan Masa TIDAK Subur pada Wanita?

800px-Human_FertilizationMenjelaskan kapan masa subur wanita pada masyarakat non-medis susah susah gampang. Yang terlalu kritis, pertanyaannya makin ribet dan detil. Yang ga kritis sama sekali malah bengong diam seribu bahasa. Akhirnya seperti biasa, saya gunakan metode coretan bodoh-bodohan dan logika terbalik. (FYI, metode bodoh-bodohan itu bisa juga dilihat pada tulisan saya yang lain)

Sebelum lanjut ke masa kesuburan, ada baiknya sedikit diketahui apa itu logika terbalik. Dalam matematika, ada ilmu logika yang menyatakan bahwa: Jika P → Q, maka ¬P  ¬Q.Itu adalah hukum inversi secara matematis. Dalam contoh kalimat jadi seperti ini “Jika ada kondom, mereka akan bercinta” Dalam hal ini secara matematis kebalikannya harusnya “Jika tidak ada kondom, mereka tidak akan bercinta”. Namun demikian dalam kehidupan nyata, hukum matematika tersebut sering tidak berlaku, karena otak manusia sendiri kreatif untuk melawan logika terbalik tersebut. Pertanyaannya menjadi –> Jika tidak ada kondom, apakah yakin mereka tidak akan bercinta? Jawabannya belum tentu.

(Mohon maaf jika ilustrasi dan analogi yang digunakan sedikit vulgar, biar mudah diserap🙂 contoh lain logika terbalik –> jangan dibaca tulisan saya yang ini :))

Nah, baru saja ada yang bertanya sekaligus beberapa orang, “Kapan masa subur dan masa tidak subur pada wanita?”. Dari situ bisa kita lihat maksud dari pertanyaannya. Yang bertanya masa subur, bisa jadi ingin mempunyai keturunan dan vice versa. (yang vice versa ini konotasinya menjurus negatif). Saya buatkan ilustrasi bodoh-bodohan seperti gambar di bawah:

my idiot's law of conception

my idiot’s law of conception

Penjelasan dari coretan bodoh-bodohan di atas seperti berikut:

1. Asumsikan contoh kasus pada bulan Februari yang memiliki hari sebanyak 28. Rata-rata siklus menstruasi pada 28 hari secara umum.

2. HPHT = Hari Pertama Haid Terakhir (harusnya hari ke nol, kesalahan sistem Indonesia. Kalau di luar negeri pakai istilah LMP = Last Menstrual Period). Anggaplah pertama haid pada tanggal 31 Januari (ini adalah hari ke 0). Tanggal 1 Februari (harusnya hari ke 1 setelah lewat 1x24jam)

3. Masa Ovulasi = HPHT + (14 ± 2). Masa ovulasi gampangannya adalah kondisi di mana sel telur siap dibuahi/ paling ideal untuk dibuahi. Dengan demikian jatuhlah masa ovulasi itu mulai tanggal 12-16 Februari

4. Sel sperma dapat bertahan dalam saluran reproduksi hingga 3 hari. Artinya kalau kualitas spermanya baik dan berhubungan pada masa ovulasi, itu pas lagi subur-suburnya. Tapi karena bisa tahan 3 hari, artinya kalau berhubungan pada tanggal 9 Februari dan kualitas sperma baik, bisa bertahan sampai pada masa ovulasi.

5. Sementara sel telur dapat bertahan hidup hingga 2 hari. Kalau ovulasinya pada tanggal 16 Feb, bisa tahan sampai 18 Feb.

6. Dengan demikian perhitungan kasar, tanggal 9-18 Feb logikanya bila berhubungan bisa terjadi pembuahan. Ini juga masih dipengaruhi lagi oleh banyak faktor lain termasuk kualitas sperma.

7. Tidak dianjurkan melakukan hubungan saat haid belum bersih. Haid bersih ambil yang terlama saja anggaplah 1 minggu. (karena bisa menyebabkan infeksi pada saluran kemih dan saluran reproduksi, faktor resiko kanker dsb)

Terus ada yang nyeletuk, “mantap gan, artinya di atas tanggal 18 Februari sampai menjelang haid selanjutnya bisa berhubungan badan tanpa khawatir bakal hamil”. Eits jangan salah. Spontan saya jawab “Itu semua di atas perhitungan kasar. Siklus haid wanita bisa maju bisa pula mundur. Lagian kalau berhubungan menjelang haid, itu masa-masanya pre menstrual syndrome (PMS), di mana gairah wanita berkurang drastis pada saat itu dan emosinya lagi ga baik-baiknya, di samping fisiologis reproduksinya juga mengalami penurunan. Makanya gan, jangan doyan jajan… #lol :-p”

Memprediksi kapan masa subur pada wanita mungkin bisa dikira-kira. Tapi sesuai dengan metode logika terbalik, masa tak subur pada wanita sudah pasti tidak bisa diprediksi. Pesan moralnya: buat yang ingin mendapat keturunan, berdoa kepada Tuhan agar diberi keturunan dan sesuaikan dengan perhitungan kasar di atas. Sementara buat yang punya niat lain, kalau berhubungan badan di luar nikah lalu tek dung, ya selamat lah, tanggung sendiri konsekuensinya.

Source:

Cunningham, F. Gary MD, et al. 2001. The Endometrium and Decidua: Menstruation and Pregnancy in William Obstetric 21st Ed. Section 2, Chapter 4. McGraw-Hill: USA. Version pdb.

http://en.wikipedia.org/wiki/Inverse_%28logic%29

http://en.wikipedia.org/wiki/Contraposition

http://en.wikipedia.org/wiki/Converse_%28logic%29

http://en.wikipedia.org/wiki/Transposition_%28logic%29

http://en.wikipedia.org/wiki/Human_fertilization

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s