Sensasi Derealisasi: Aku Merasa Lebih Pendek Setelah Ganti Kacamata Baru

anigif_enhanced-buzz-7898-1377726377-12Aku memakai kacamata sejak 10 tahun yang lalu. Beberapa kali sudah ganti kacamata. Tapi sensasi derealisasi ini baru pertama kali kurasakan.

Terakhir kali ganti kacamata 3 tahun yang lalu dengan deskripsi lensa sebagai berikut:

  • Mata Kanan (OD): sph -0.50
  • Mata Kiri (OS): sph -0.75 cyl -0.75 axis 100

Sebelum mengulas lebih lanjut perlu diketahui ada 4 macam kondisi kelainan refraksi yakni: myopia (rabun jauh), hypermetropia (rabun dekat), presbiopia (kombinasi rabun jauh dan rabut dekat), dan astigmatism (mata silinder). Untuk myopia dikoreksi dengan lensa minus, hypermetropia dengan lensa plus, sementara astigmatism dengan lensa silinder.

Orang awam sering bilang, “mataku minus sekian nih”. Minus di sini sebenarnya koreksi dengan lensa kacamata spheris minus, bukan lensa matanya yang minus. Sementara kalau ada yang bilang “aku silinder 1/2”, itu artinya lensa kacamatanya cylinder minus 0.5. Jadi perlu diingat, spheris bisa minus maupun plus. Cylinder bisa minus maupun plus.

Sedangkan axis adalah derajat dari distorsi pada lensa mata. Misal axis 135, artinya tegak lurus dari derajat 135 itu akan terjadi bayangan. Kalau axis 90, artinya bayangan akan ngeblur secara horizontal, sementara axis 180, bayangan akan ngeblur secara vertikal. Kalau ada yang baca tulisan ini terus berbayang ke samping kiri dan kanan, biasanya axisnya di kisaran 90.

Akhirnya setelah berselang 3 tahun, deskripsi lensa kacamataku menjadi seperti ini:

  • OD: sph -0.50 cyl -0.75 axis 135
  • OS: sph -1.00 cyl -0.75 axis 90

Karena imbalance-nya cukup berarti sehingga mata kananku jadi berakomodasi lebih keras dan akhirnya menyusul, muncullah silinder.

Saat adjustment lensa kacamata di optik, tidak ada masalah. Saat kacamata sudah jadi dan diambil di optik pun tidak ada masalah. Keanehan justru terjadi saat aku keluar dari optik dan mulai melangkahkan kaki pertama. Wuussh… Terasa seperti ada angin sepoi-sepoi. Dan aku merasa jadi kerdil. Seperti kurcaci. Menjadi lebih pendek.

Ternyata aku sedang mengalami sensasi derealisasi.

Sontak saja aku menjadi panik, walaupun aku berkecimpung di dunia kesehatan. Aku bingung. Semua pemandangan di sekitar menjadi jernih. Sangat bahkan. Kalau meminjam idiom bahasa Inggris, Crystal Clear. Semua tampak jernih, sejernih kualitas layar dengan bravia engine. Masalahnya adalah aku menjadi pendek +_+

Untungnya aku pergi dengan istri sehingga bisa bertukar kemudi. Setelah sedikit memaksakan diri, aku memegang kemudi kendaraan lagi. Kendaraan roda 4 berasa seperti biasa, sementara kendaraan roda 2 lagi-lagi aku merasa lebih pendek dan sangat dekat dengan badan jalan.

Sensasi derealisasi ini bisa terjadi karena otak menangkap gambaran  (imaji) dari visualisasi pada mataku dengan lensa kacamatanya sebelumnya. Otak merekamnya. Lalu menyimpan dalam memori bahwa jarak yang real adalah sekian dan ketinggian yang real adalah sekian. Dan karena terbiasa, otak mempercayainya. Saat terjadi perubahan yang signifikan pada kondisi ketajaman dan bentuk lensa mata maka terjadilah proses adaptasi.

Umumnya proses adaptasi yang sering dirasakan seperti mual,  muntah, pusing, sakit kepala, nyeri di sekitar bola mata, mata terasa pedih dan sebagainya. Pada kasus yang jarang terjadilah sensasi derealisasi ini.

Proses adaptasi bisa berlangsung hingga 1 minggu tergantung dari kondisi lensa kacamata dan situasi individual. Bahkan untuk lensa silinder bisa lebih lama dari itu. Jika lebih dari seminggu dan masih dirasakan ada keluhan ada baiknya periksakan ke dokter spesialis mata atau periksa kembali di optik kacamata dibuat. Bisa jadi ada kesalahan pada saat adjustment atau defect pada bahan lensa kacamata.

anigif_enhanced-buzz-13987-1377730006-8

Pelajaran moralnya –> Jangan pernah langsung dan terlalu percaya pada apa yang dilihat mata, karena semua itu diproses dulu di otak. Kenyataan atau realita tidak selalu seiring dengan penglihatan.

Dijaga kondisi matanya… Jangan sampai rusak…

Source:

Olver, J et Cassidy, L. 2005. Ophthalmology at a Glance. USA: Blackwell Science. PDF version.

Khaw, P.T. et al. 2004. ABC of Eyes 4th ed. UK: BMJ publishing. PDF version

http://www.medwesteye.com/optometry-library/93

http://www.buzzfeed.com/sedem/the-43-worst-things-about-wearing-glasses-cjrb

http://www.ehow.com/facts_5330127_long-adjust-new-glasses.html#page=0

8 comments on “Sensasi Derealisasi: Aku Merasa Lebih Pendek Setelah Ganti Kacamata Baru

  1. MD says:

    Saya juga punya pengalaman yang sama dengan bpk mengalami sensasi derealisasi. Deskripsi lensa saya sbb:
    R : SPH -O,50 CYL -0,75 Axis 140 , PD 65
    L : SPH -O,25 CYL -0,75 Axis 70

    Setelah saya memakai kacamata baru tsb, saya kaget merasa pendek. Yg saya tanyakan, bgm dgn berjalan nya waktu akan terbiasa apa saya harus kembali tanyakan ke optik ya? Mohon saran nya pak. Trimakasih.

    • Seiring berjalannya waktu akan menjadi biasa. Dan belakangan kita bakalan sadar kalau ternyata visualisasi yang ditangkap mata sifatnya semu🙂 (kecuali jika ada keluhan seperti pusing, sakit kepala, mual hingga muntah, dsb)

      Yang penting menjadi catatan, jika masih ada kacamata sebelumnya dengan resep yang cenderung berbeda, usahakan jangan dipakai lagi untuk backup. Karena nanti bakalan adaptasi lagi.

      Kebetulan saya orangnya iseng, ga puas kalau cuma dapat teori, jadi saya coba kacamata yang sebelumnya sambil berkendara naik motor. Dan perasaan kepala saya jadi lebih tinggi dibanding pagar rumah hahaha…

  2. Alia says:

    Kalo axis yg dibuat oleh tukang kacamata berbeda dengan axis resep dokter berbahaya ga ya? *tapi saya merasa janggal soalnya kacamata baru
    RESEP DOKTER
    OD: SPH -3.25 CYL -2.50 AXIS 10
    OS: SPH -3.50 CYL -2.25 AXIS 180
    TUKANG KACAMATA OPTIK
    OD: SPH -3.25 CYL -250 AXIS 180
    OS: SPH -3.50 CYL -2.25 AXIS 180
    AXIS di OD yg dari optik berbeda jauh, apakah berbahaya?

    • secara tidak langsung sebenarnya ga masalah karena selisih axisnya hanya 10 derajat. Axis 0 = Axis 180. Secara matematis itu menggambarkan garis horizontal.

      selisih 0-15 derajat masih dalam batas toleransi, apalagi kalau pengukurannya menggunakan mesin optometrologi otomatis.

  3. choiril says:

    Kalo jenis lensa ada saran gk mas jenis lensa yg paling cocok buat mata silinder. Saya silinder murni kanan cyl -1.0 axis 15 dan kiri cyl -1.75 axis 145.
    Saya gk paham jenis” lensa yg biasa dipakai di optik”. Trims

    • kalau jenis lensa kacamata sebenarnya sama saja. Tapi kalau ada pilihan lensa merk essilor itu termasuk pilihan yang baik.

      Kalau penggunaan soft lens ada 3 tipe lensa yang berbeda: toric, gas permeable dan hybrid. Disesuaikan dengan kebutuhan saja. Kalau diskusi dengan spesialis mata yang paling baik pilihannya adalah jenis hybrid..

  4. douglas ehm says:

    Saya ni baru beli kacamata baru dengan ukuran :
    R : SPH -5,75 CYL -1,00 Axis 180 ,
    L : SPH -6,75 CYL -0,50 Axis 180
    dan Saya diberikan Softlens dengan uk :
    R : SPH -5,75
    L : SPH -6,50

    saat saya pakai kacamatany saya melihat seperti distorsi (seperti Lensa Fish Eye), kanan kiri saya sangat wide,
    dan sampai saat ini masih baru 1 hari,
    apa itu normal ya ? Saya sudah lama sekali tidak periksa mata,
    kacamata dan soflen terdahulu kanan kiri minus -4.00

    • coba dibiasakan dulu kalau sampai 10 hari masih sama seperti itu ada baiknya konsultasikan dengan spesialis mata…

      bisa jadi proses adaptasi karena perubahan spherisnya cukup besar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s