Mengubah Windows 8.1 Legacy BIOS Menjadi Native UEFI

Munculnya Windows 8 menjadi momok bagi  pengguna Open Source Operating System (OS). Isunya Windows 8 tidak memungkinkan untuk dual booting apalagi multiple booting. Benarkah demikian?

Sebelum mengulas lebih lanjut, perlu kita ketahui bahwa supaya OS seperti Windows, Linux distribution, Mac OS X, BSD, Solaris, Amiga dan banyak lagi lainnya dapat berjalan pada sistem komputer, maka diperlukan sistem booting. Hampir seluruh varian komputer (desktop/laptop) yang diproduksi sebelum tahun 2010, proses bootingnya diatur oleh Basic Input/Output System (BIOS). Sementara setelah tahun 2010, banyak varian komputer yang sudah mendukung Universal Extensive Firmware Interface (UEFI).

Saya tidak akan menjelaskan panjang lebar apa itu BIOS dan apa itu UEFI. Pembahasan yang sangat detil dan komprehensif bisa cek di sini. Yang ingin saya garis bawahi adalah BIOS & UEFI beda, jadi akan sangat keliru kalau ada yang menyebut UEFI BIOS. (Biar gampang, sebut saja mereka dengan istilah Firmware) Legacy Boot merujuk ke BIOS, sementara native boot merujuk ke UEFI. Istilah lain yang muncul berupa secure boot pada Windows 8 itu tidak merujuk kepada UEFI, namun demikian merupakan komponen dari UEFI yang bisa di-on/off-kan.

BIOS menggunakan Master Boot Record (MBR) untuk pengaturan partisi media. UEFI menggunakan GUID Partition Table (GPT).

Lantas apa kelebihan UEFI dibanding BIOS?

1. BIOS dengan MBR hanya mampu membuat partisi primer sebanyak 4 partisi. Sementara UEFI dengan GPT bisa membuat hingga 128 partisi primer. Partisi primer ini menjadi sangat penting bagi user yang biasa menggunakan multiple boot OS. Dengan sistem BIOS kebanyakan user menyiasati agar bisa menggunakan banyak OS maka dibuatlah Partisi ekstended yang nantinya diisi dengan partisi logical. Ribet. Not as simple as we could imagine.

2. BIOS hanya mendukung harddisk hingga 2 Terra Byte, kapasitas lebih dari itu maka tidak akan bisa terbaca. Sementara sekarang sudah zamannya komputer makin mutakhir dan harga harddisk sudah dipastikan akan semakin murah. UEFI adalah solusinya.

3. Proses booting menjadi lebih cepat dengan UEFI

4. Jika fitur secure boot pada UEFI diaktifkan, maka malware (virus boot sector, rootkit, trojan dkk) yang aktif pada saat booting tidak akan bisa lagi menginfiltrasi OS, dalam hal ini lebih ditujukan pada windows

5. BIOS tidak memiliki kemampuan untuk membedakan OS, sehingga membutuhkan kemampuan user untuk menentukannya

6. UEFI memiliki manajemen power dan sistem yang efisien

Setelah mengetahui kelebihan dari UEFI di atas, beberapa user ada yang ingin mencoba menggunakannya. Namun sayangnya, desktop atau laptop yang kita beli (di atas tahun 2010) walaupun memiliki kemampuan UEFI tapi terinstall dengan metode BIOS. Ya, sekali lagi jangan bingung. Komputer di zaman sekarang mendukung kedua booting tersebut. Bisa diaktifkan salah satunya atau keduanya.

Untuk mengecek apakah windows 8 anda metode bootingnya BIOS atau UEFI, bisa dilihat di sini.

Masalahnya jika ternyata Windows 8 anda BIOS dan ingin diubah ke UEFI caranya adalah dengan clean install. Artinya harddisk dikosongkan dengan cara diformat, kemudian yang diaktifkan metode booting secara UEFI. Tentunya itu bisa dilakukan kalau kita punya CD/DVD original Windows 8-nya. Namun saya asumsikan bahwa kebanyakan sudah pre-installed (misal Windows 8.1 enterprise) dan tidak punya media instalasi originalnya. Atau sudah terlalu banyak settingan dan aplikasi, plus tidak mau kehilangan data. Maka solusinya adalah sebagai berikut.

Migrasi dari BIOS ke UEFI

Migrasi dari BIOS ke UEFI

Langkah-langkah Migrasi:

1. Buat System Repair Disc (http://windows.microsoft.com/en-US/windows7/Create-a-system-repair-disc) Berlaku untuk windows 7 dan 8 series. Bisa dilewati kalau sudah punya DVD media instalasi

2. Download GPTgen dari http://sourceforge.net/projects/gptgen untuk migrasi dari MBR ke GPT

3. Pastikan disk yang mau dipermak😛 biasanya #0 kalau cuma ada 1 HDD atau 1 SSD

4. Perhatian: Mulai dari langkah ini sangat vital, karena sampai proses selesai ga akan bisa masuk ke windows. Unzip GPTgen dan jalankan dari CMD dengan hak akses admin (angka 0 bisa diganti sesuai dengan disk yang mau dimigrasi)

  gptgen.exe -w \\.\physicaldrive0

5. Boot dengan system repair disc yang telah dibuat (kalau sy lebih praktis disimpan ke flashdisk)

6. Pilih Repair Your Computer -> Troubleshoot -> Advanced options -> Command Prompt

7. Ketik perintah berikut di CMD untuk disk partitioning

diskpart

8. Identifikasi letak keberadaan system windows dengan perintah:

listdisk

Biasanya akan muncul seperti ini (sesuai dengan kapasitas HDD / SSD anda):

Disk ###  Status         Size     Free     Dyn  Gpt

——–  ————-  ——-  ——-  —  —

* Disk 0    Online          128 GB      0 B        *

9. Pilih disk dan sesuaikan angkanya

  select disk 0

10. Verifikasi partisi dengan

  list partition

11. Akan muncul seperti berikut. (Partisi kedua akan menyesuaikan ukuran HDD/SSD yang dimiliki)

Partition ###  Type              Size     Offset

————-  —————-  ——-  ——-

Partition 1    Primary            350 MB  1024 KB

Partition 2    Primary            126 GB   350 MB

12. Hapus partisi master boot record sebelumnya

select partition 1

delete partition

13. Buat partisi ESP untuk EFI dan partisi msftres untuk microsoft reserved data. Yang krusial akan dimulai dari sini. Ukuran partisi EFI dan msftres juga bisa diubah. Tinggal atur di offsetnya. Posting comment di bawah kalau butuh. Saya jelaskan defaultnya saja. Ketik perintah berikut masing-masing per baris lalu enter:

create partition EFI size=100 offset=1
format quick fs=fat32 label=”System”
assign letter=s
create partition msr size=128 offset=103424

14. Cek lagi dengan list partition akan muncul:

Partition ###  Type              Size     Offset

————-  —————-  ——-  ——-

Partition 1    System             100 MB  1024 KB

Partition 2    Reserved           128 MB   101 MB

Partition 3    Primary            126 GB   229 MB

15. Biasanya partition 3 adalah posisi system c:\ maka lanjut ke perintah berikut:

list volume
select volume 3
assign letter=c

16. Keluar dari diskpart, ketik

exit

17. Generate boot partition data dengan:

  bcdboot c:\windows /s s: /f UEFI

18. Selamat! Anda telah sukses migrasi seperti saya. Jika bermanfaat silakan share ke yang membutuhkan.

Status laptop saya saat ini multiboot Windows 8.1, freeBSD 10.1, Linux Mint 17.1, openSUSE 13.1 dan fedora 20.

Perlu saya ingatkan, UEFI masih dalam proyek pengembangan yang artinya masih banyak terdapat bugs dan kondisi lain yang tidak stabil serta dukungan dari Open Source Operating System belum menyeluruh. Linux pun baru digawangi Fedora, OpenSuse, Ubuntu, Mint dan beberapa distro besar. Sesuaikan kebutuhan anda, yang jelas ke depannya sistem UEFI mulai diterapkan secara general.

However, whether you choose BIOS or UEFI, it’s not that matters. What matters is creativity and eagerness to think out of the box to solve the problems. ^_^v

Source:

https://en.wikipedia.org/wiki/BIOS

https://en.wikipedia.org/wiki/Unified_Extensible_Firmware_Interface

https://www.happyassassin.net/2014/01/25/uefi-boot-how-does-that-actually-work-then/

http://www.itcrumbs.com/?p=274

http://windows.microsoft.com/en-US/windows7/Create-a-system-repair-disc

http://www.eightforums.com/tutorials/29504-bios-mode-see-if-windows-boot-uefi-legacy-mode.html

http://www.rodsbooks.com/linux-uefi/

http://docs.oracle.com/cd/E20881_01/html/E20891/gltbf.html

http://social.technet.microsoft.com/wiki/contents/farticles/14286.converting-windows-bios-installation-to-uefi.aspx

29 comments on “Mengubah Windows 8.1 Legacy BIOS Menjadi Native UEFI

  1. ShiroeChan says:

    Hm UEFI kan Support 64 bit sedang kan Bios support ke-dua nya

    jadi kalo laptop kita menggunakan uefi dengan OS windows 8.1 64 mau mingrasi ke windows 7 32 bit harus ganti ke bios .. ?

    • UEFI menggunakan GPT. Sementara BIOS menggunakan MBR. Dari sini aja sudah jelas beda. Kalau mau pakai windows 32bit. Harus dipartisi ulang seluruh hardisk dengan boot activenya MBR.

      Misal nanti mau dual boot dengan Windows 64bit bisa juga asal OSnya yg sama MBR.

      Berbeda dengan linux 32 dan 64 bit sama2 bisa di bios dan uefi dan juga bisa dikombinasi yg 1 bios yg 1 uefi.

      Pertanyaannya kalau sudah pakai 64bit gpt, kenapa mesti beralih ke 32 atau 64bit mbr?

      • ShiroeChan says:

        Begini saya punya Laptop dengan merek As*s X453m
        dengan spek cpu celeron 1.8 ghz
        dengan Ram 2 Gb
        dengan OS yang terinstall Windows 8 64 bit
        ketika saya pakai terlasa lambat windows nya
        lalu saya ingin menggatikan OS nya ke windows 7 32bit
        ketika masuk mode instalasi langsung blue screen
        dan saya juga sudah coba linux 32bit hasil juga tidak bisa
        alu saya seaching bahwa laptop saya bios nya ada uefi yang tidak support ke OS 32 bit
        jadi kalo mau install OS 32bit harus di format semua hardisk nya … ?

      • Prinsipnya gini cpu dengan arsitektur 64 bit bisa menjalankan OS apapun 32 dan 64bit. CPU dgn arsitektur 32 bit hanya bisa menjalankan os 32bit.

        Permasalahannya misal cpunya 32 bit kalau hardisknya diformat dengan sistem efi (GPT) tetap ga bisa menjalankan OS 32 bit metode bios. Dan sebaliknya walau cpu 32bit kalau harddisknya diformat dgn sistem bios (MBR) juga ga bisa menjalankan os 32 bit dgn metode efi.

        Jadi yg sy tangkap permasalahannya ada di efi atau bios. Solusinya partisi harddisknya harus menggunakan metode bios. GPT harus diubah ke MBR.

        Tambahan untuk OS 64bit, RAM minimal harus 4GB.

      • ShiroeChan says:

        okay gan thx atas bantuan
        jadi solusi nya GPT di ganti ke MBR😀

  2. nugraha says:

    untuk windows 10 bisa gan?

  3. Malik says:

    Mohon bantuan bang.. kalo windows yg sudah terlanjur format, bisa gak kita rubah gpt ke mbr tanpa CMD? Biar data di disk yg lain gk kehapus. Mksih bang..

    • Sebenarnya lebih amannya backup dulu data yang di partisi disk lain dengan menggunakan linux live usb (distro linux apapun). Setelah itu pindah dari mbr ke gpt. (kalau sy sih tetap menganjurkan via CLI)

  4. Friski pradana says:

    gan cara mengubah mbr ke gpt gimana ?

    kalau mengubah gpt ke mbr sudah tau caranya
    1.masuk cmd lewat booting windows ( hdd gpt )
    2.lalu diskpart
    3.setelah itu clean (itu sudah menjadi mbr kan)

    kalau mengubah kembali ke gpt gimana ?

    • Mujahid haxer says:

      coba gunakan bantuan sofware yang lain aja gan, saya biasa menggunakan DLC BOOT masuk ke mini xp / 7 dan untuk mengotak atik partisi hardisk mengubah mbr to gpt atau pun sebalik nya juga tokcer gunakan partition disk wizard / aomei

  5. Gung Adi says:

    kayaknya dibalik aja gan

    1.masuk cmd lewat booting windows ( hdd gpt )
    2.lalu diskpart
    3.setelah itu dirty (kayaknya bisa masuk akal tu gan)

    semoga bermanfaat

  6. Mujahid haxer says:

    thankyu banget nih gan yang udah nyempetin buat artikel ini
    sangat membantu

  7. Mujahid haxer says:

    boleh ajarin cara kerja file uefi sehingga bisa booting

    karena saya biasa menggunakan MBR
    file yang biasa digunakan MBR itukan seperti berikut (bootmgr)(grldr)(ntldr) dll

    kalo untuk UEFI ini saya masih benar2 awam mohon pencerahan nya …

  8. noname says:

    Gan, ane beri pencerahan dong, kmaren ane punya win 8 pakek uefi, trus ane install ulang gara” pasrtisi harddisk rusak, alhasil ane pakek win 8.1 tp BIOS,, nah, apakah bisa ane install ulang lg ke windows yang laennya dengan menggunakan UEFI?
    Ane pakek sony vaio fit14e

  9. Beni says:

    Gan apakah acer aspire e5-473 bisa dirubah OS nya menjadi win7?

  10. Aslam says:

    Mas maaf ganggu.mau tanya,apakah semua laptop bisa jadi uefi?klo udh dicoba ternyata gagal gimana?

    • laptop di atas tahun 2011 harusnya bisa… UEFI itu firmware dan sudah ada di laptopnya waktu beli.

      Firmware itu gampangannya ada BIOS dan UEFI. Dan di atas 2011 sudah ada UEFI pada kebanyakan laptop…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s