Internet Lambat? Pandai-pandai Lah Memilah Provider!

ph457

Image source: cartoonsbysheila

Dulu, sekitar tahun 2000an awal, ada provider internet terbaik di masa itu. Telkomnet Instan. Yang walau kecepatan maksimalnya hanya 56 kbps (kilobit per second)  atau setara 7 kBps (kilobyte per second) sudah merupakan koneksi internet dengan kecepatan dewa (di masa itu tentunya). Tapi kalau sekarang dengan meningkatnya kebutuhan pengguna internet, dengan kecepatan begitu bisa-bisa bunuh diri karena lambatnya. — Apa bedanya Kbps & KB/sec bisa lihat di sini. —

Yang dibutuhkan pengguna internet sebenarnya adalah cepat, murah, stabil, kuota banyak & tidak menipu.

Sayang sekali banyak pengguna internet yang tidak paham bahwa untuk poin no. 1 — cepat — ada banyak sekali faktor yang mempengaruhi antara lain ketersedian jaringan (apakah itu GPRS, EDGE, 3G, HSDPA, LTE dlsb), topografi dan kepadatan penduduk, ketebalan dinding bangunan, material bahan bangunan, jenis gadget yang digunakan, waktu pemakaian/penggunaan layanan, jumlah pengguna layanan, jarak terhadap BTS/antena terdekat dan masih banyak lagi.

supplydemandSementara poin no. 2 — murah — sebenarnya tak terlepas dari prinsip ekonomi. Kurva permintaan dan penawaran. Semakin banyak konsumen yang menggunakan suatu layanan, dijamin provider akan menaikkan harga layanan. Dan semakin banyak pengguna layanan yang sama di suatu area tertentu, maka koneksi internet akan semakin lambat.

Untuk poin no. 3 — stabil — mengacu pada faktor poin no. 1 dan berbanding lurus terhadapnya.

Nah, poin no. 4 — kuota banyak — ini yang sering dinanti-nanti oleh konsumen. Memang ada konsumen yang lebih mengutamakan kecepatan akses internet (kualitas) dibandingkan jumlah kuota internet (kuantitas). Hal ini kembali lagi kepada konsumen itu menggunakan akses internet untuk apa.

Celakanya banyak konsumen yang merasa terjebak dan tertipu terhadap suatu layanan akses internet dari provider. Memang ada faktor kelemahan sistem, misalnya sudah daftar suatu paket layanan dan pulsa sudah terpotong namun belum ada konfirmasi layanan dan akhirnya konsumen mencoba mengulang daftar dan akhirnya pulsa kepotong dua kali untuk paket yang sama. (bisa jadi juga akal-akalan dari provider/operator). Atau beli paket internet tertentu dan beli paket lainnya lagi dengan harapan bisa di-combo namun ternyata paket yang satunya malah hangus dlsb. Konsumen memang membutuhkan poin no. 5 — tidak menipu

Namun terlepas dari semua faktor di atas, letak permasalahannya tidak sepenuhnya berada pada provider. Konsumen lah yang kurang jeli. Semua aturan, kondisi, syarat dan ketentuan yang berlaku sudah ada penjelasannya secara spesifik pada halaman web resmi masing-masing provider. Jarang, bisa dikatakan hampir tidak ada, yang membaca syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum membeli suatu paket layanan internet. Kebanyakan mengikuti trend.

Hal lain yang perlu diperhatikan yakni provider sering menawarkan paket dengan istilah volume based, quota based & unlimited.

Volume based merupakan layanan yang dipatok dengan jumlah data yang disediakan (kuantitas), mis. ada paket internet IDR 60.000/bulan 2GB. Itu artinya setelah pemakaian sampai di 2GB maka tarif internet akan dihitung sesuai harga standar yang ditetapkan provider contohnya IDR 1 per 1 KB. Kecepatan maksimal sudah ditentukan, dan tetap saja bisa naik turun ga jelas. Intinya mau cepat atau lambat, data yang disediakan sudah dipatok.

Quota based merupakan layanan yang mengedepankan kecepatan akses data (kualitas). Sayangnya ada batas penggunaan datanya. Kelebihannya pada saat patokan batas data tadi lewat, maka internet tetap bisa digunakan. Tidak mengikuti tarif standar. Dengan catatan kecepatan akses akan menurun… Sangat Drastis. Lebih lambat daripada telkomnet instan.

Unlimited. Biasanya merupakan kombinasi dari kedua di atas dan dapat digunakan pada jaringan 2G/3G/4G namun patokan data yang disediakan biasanya relatif lebih kecil dibanding yang lainnya.

Masih banyak promo lainnya seperti yang bisa digunakan sepanjang tahun, yang bisa dipakai nemenin begadang, yang bisa balapan atau kebut-kebutan, yang bisa ngirit alias berhemat, yang bisa buat orang bersosialisasi hingga yang bawa-bawa konten agama. Dan lain-lainnya lagi…

However, be a smart user!!!

Pahami dulu faktor-faktor yang saya sebutkan di atas. Perlu diingat juga, internet menggunakan bandwith. Bandwith ini ibaratnya jalan raya atau jalan tol. Mau dikasih mobil sport yang mewah kalau jalanannya macet seperti di Jakarta ya percuma. Mendingan sekalian naik bajaj atau jalan kaki :p

Terakhir tips dari saya:

  1. [Kecuali anda di kota besar di Area Jawa & Bali] Gunakanlah lebih dari 1 kartu. Saya sendiri menggunakan 4 provider, Telkomsel, XL, Indosat dan 3.
  2. Gunakan paket internet sesuai dengan kondisi area anda berada saat itu
  3. Bagi yang suka melakukan travelling atau yang bekerja di remote area, selalu survey ketersediaan jaringan setempat
  4. [Kecuali anda orang kaya] Selalu buat analisis data plan, kebutuhan internet anda bisa berubah, suatu waktu butuh kecepatan tinggi yang stabil, di lain waktu butuh alokasi data yang lebih banyak
  5. Baca syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum membeli paket
  6. [Kecuali anda ababil] Jangan mudah tergiur dengan paket promo tertentu sebelum diuji ketangguhannya sesuai faktor di atas
  7. Jika pengguna provider di area tertentu meningkat, maka beralihlah ke provider lain, karena dijamin pasti harga layanan akan naik dan koneksi jadi lambat karena banyak yang pakai (seperti salah satu provider yang saya pakai sejak ramadhan kemarin harganya naik sesuai zona dengan alokasi data yang makin berkurang, lambat pula)
  8. Jika salah satu provider anda tarif layanannya menjadi sangat mahal, jangan buang sim card-nya. Sesuai hukum permintaan dan penawaran ekonomi, maka harganya pasti mulai turun lagi dengan promo paket yang lebih baik (seperti salah satu provider saya yang sekarang bisa kebut-kebutan di area terpencil)
  9. [Tidak dianjurkan kecuali anda paham konsekuensinya] Potong jaringan data orang-orang di sekitar yang mengganggu bandwith dengan metode phreaking. Atau jika anda berebutan data access via tethering wifi, potong dengan  netcut di windows / tuxcut di linux dan tools lainnya yang sejenis
  10. Sebelum anda nyari kost, kontrakan atau beli rumah, selalu perhatikan material bangunan. Jangan sampai anda menyalahkan sinyal ketika tenyata dinding bangunan atau atap bangunan anda yang menyebabkan faraday cage effect
  11. [Kecuali terdesak] Jangan isi paket internet di jam sibuk 18.00-22.00 waktu setempat
  12. Gunakan gadget dual sim untuk switch data internet dan meminimalisir barang bawaan [cukup dengan 2 gadget saya bisa memakai 4 sim card sekaligus]
  13. Untuk paket internet yang layanan datanya dibatasi hanya untuk 3G pastikan pada gadget yang digunakan pilihan WCDMA only terpilih, kalau 2G/3G maka WCDMA preferred, & jika 2G maka pilih GSM only. [tambahan: sekarang juga berlaku settingan 4G –> LTE only atau LTE preferred]
  14. Tips lain akan saya tambahkan, kalau ada masukan tips silakan posting comment. Sangat bermanfaat jika bisa membantu yang lain.

Source:

http://en.wikipedia.org/wiki/Supply_and_demand

http://www.netmba.com/econ/micro/supply-demand/

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s