[Tips ‘n Trick] Menghadapi Ujian CPNS 2014 Sistem CAT Anti Mainstream

Ada banyak alasan kenapa seseorang memilih masuk menjadi PNS. Terlepas dari itu semua, ada yang harus dihadapi sebagai persyaratan masuk yakni tes CPNS. Tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana ujian masuk berbasis Computer Assissted Test (CAT).

Yang membuat semakin menarik, Presiden mengeluarkan moratorium untuk 5 tahun ke depan bagi CPNS. Ini artinya mungkin jadi yang pertama dan terakhir buat saya mengikuti tes ini. Sistem CAT ini diharapkan menjunjung tinggi nilai transparansi dan menjauhkan kolusi/nepotisme. Pelaksanaan tes baik yang di tingkat pusat, provinsi maupun kota/kabupaten dikelola oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Badan Kepegawaian Nasional. Tes ini hampir dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, tanpa ada pemungutan biaya atau sesuatu semacam itu, tanpa adanya politik KKN ria. (Begitu sih targetnya, mudah-mudahan sesuai dengan realnya).

Saya sedikit ingin sharing ke rekan-rekan yang belum menjalani tes di beberapa daerah dan akan segera melaksanakannya…

Senin pagi, 3 November 2014, pukul 08.00-09.30 WITA, saya kebagian mengikuti tes ini di balikpapan dengan jumlah peserta 83 orang dokter umum untuk memperebutkan kuota penempatan hanya sebanyak 10 orang dokter umum. Wow, ngeri kan? Saya yang sudah hampir lapuk ini hampir pasti memiliki saingan yang berat-berat, terutama dokter umum yang fresh graduate. Kenapa? Karena ilmunya masih segar, belum ada pikiran pekerjaan, belum ada tanggung jawab keluarga dan lain-lainnya…

Berangkat dari rumah pukul 07.00 dengan jarak tempuh 10Km, saya pikir masih sepi, ga taunya sudah ramai sekali, malahan saya termasuk beberapa orang yang paling akhir. Peserta lainnya (sesama dokter umum) sudah duduk manis menyimak pengarahan dari display screen. Pelaksanaan sangat ketat dengan dijaga sejumlah anggota polisi. Setibanya saya dilucuti😆 Semua barang harus ditanggalkan, seperti dompet, hingga jam tangan. Flash disk kebanggaan saya yang selalu nyantol di ikat pinggang pun wajib dilepaskan. — Padahal ga ada niatan untuk hacking maupun cracking😛 walaupun bisa, dan tentunya ga semudah itu, pastinya semua orang akan berpikir ulang, soalnya ini menyangkut lembaga pemerintahan, wassalam kalau di-blacklist, lenyap lah mata pencaharian seumur hidup di mana pun berada di wilayah NKRI. FYI, hampir bisa dipastikan server ujian tes cpns ini merupakan server lokal. — Yang boleh dibawa hanyalah KTP, kartu ujian, kertas cakaran buram yang dibagikan dan pensil. (pensil isi saya saja diperiksa).

Menjelang masuk ruangan ada pengarahan dan sepatah dua patah kata dari panitia. Yang membekas di memori saya, si bapak berkata demikian “terkadang untuk menuju kesuksesan orang pintar dikalahkan orang cerdas. Orang cerdas dikalahkan orang nakal. Tapi masih ada yang lebih hebat lagi, orang nakal dikalahkan orang beruntung (bejo)” Kalau diperhatikan dengan seksama, ini jadi seperti materi silogisme dengan konklusi –> kalau mau sukses harus jadi orang pintar, cerdas, nakal dan beruntung🙂

Info tambahan, nilai hasil tes segera keluar setelah selesai ujian, bahkan saat kita mengerjakan tes, jika ada penunggu di luar bisa langsung update melihat pergerakan ranking dari semua peserta. Dan alhamdulillah score saya ga terlalu malu-maluin, dengan lewat passing grade di semua komponen tes, score 397 nyaris 400, urutan ke 6 dari semua peserta, dengan modal membaca ala kadarnya +_+ dalam waktu hanya 2 hari yang intens. Itu pun setelah ijin 2 hari turun dari lokasi tambang karena pas kebetulan jadwal rotasi di lokasi. Saat tulisan ini dibuat saya sudah balik lagi ke lokasi tambang menyebrang laut dan lewat jalan darat selama 4 jam.

Adapun tips dan triknya sebagai berikut:

Determinasi. Apa yang menjadi tekad dan tujuan anda mengikuti tes cpns menentukan anda lulus atau tidak. Misal, taruh lah anda ikut cpns karena disuruh orang tua, itu belum cukup. Iseng-iseng ikut tes siapa tahu lulus atau karena banyak teman yang ikut, juga belum cukup. Berharap mendapat pekerjaan dengan jaminan yang tetap, belum cukup kuat. Bagi saya, ini adalah urusan hidup mati. It’s like do or die for me. Tekad saya muncul setiap saya menatap wajah polos anak saya yang belum genap 1 tahun, saya harus lulus. Karena urusan yang berhubungan dengan profesionalisme dan hati nurani saya sengaja tidak memperpanjang kontrak kerja saya di tempat kerja sekarang, saya harus lulus. Saya masih punya tanggungan, saya harus lulus. Moratorium CPNS dalam 5 tahun, saya harus lulus. Saya belum punya modal dan rekom untuk lanjut sekolah, saya harus lulus. Setidaknya itu beberapa alasan saya agar lulus. Dan dalam hati selalu saya yakini “seandainya tuhan menanyakan kenapa kamu berhak untuk lulus? Inilah alasan saya. Tapi tuhan tidak perlu bertanya, tuhan maha mengetahui” Sebelum tidur saya ucapkan lulus, lulus, lulus, Insya Allah. Di sepanjang perjalanan menuju tempat tes dalam hati saya ucapkan lulus, lulus, lulus, Insya Allah.

Posisi. Ada pepatah bilang, “posisi menentukan prestasi”. Anggapan itu benar adanya, atau lebih tepat dibilang ada benarnya. Tes CPNS kali ini bebas mencari tempat duduk karena NIK dan no. ujian diisikan di komputer. Saya pribadi karena metabolisme tinggi dan mudah kepanasan sengaja mencari yang pas sudutnya dengan hembusan udara dingin AC. Ada beberapa spot yang kena AC, saya breakdown lebih lanjut. Ada komputer desktop dan ada laptop, saya ambil yang barisan laptop, namun karena berada di tengah ruangan posisinya berhadapan dengan peserta ujian lainnya. Triknya cari peserta di hadapan anda yang wajahnya tampak meyakinkan. Why? Karena saat ia yakin menjawab soal, willy nilly, anda terpacu juga untuk yakin. Kalau yang di hadapan anda wajahnya kurang meyakinkan, saat ia mengeluh, menggerutu atau wajahnya masam, anda pasti akan mengamini dalam hati kalau memang soalnya susah. Tidak masalah siapa yang duduk di sebelah anda karena soalnya sudah pasti beda, diacak, namun bobot soalnya sama. Intinya cari posisi strategis yang sesuai dengan kepribadian anda.

Alokasi Waktu. Jumlah soal 100, dengan waktu 90 menit. Waktu mulai terhitung saat anda mengklik mulai ujian. Kalau dihitung secara matematis, 1 soal setara dengan 54 detik. Tapi anda keliru jika mengalokasikan waktu demikian dan pasti akhirnya waktu jadi tidak cukup. Jangan pernah lupakan waktu saat mengklik lanjutkan soal atau lewatkan soal. Bagi yang terlatih dengan barang yang namanya komputer kecepatan mengklik mousenya bisa 0,5 detik. Asumsikan yang tidak terlatih atau yang sering ragu takut salah bisa makan waktu 2 detik. Jadi tiap soal bakalan terbuang waktu 0,5-2 detik. Ambillah yang 2 detik, kalikan 100, jadi 200 detik = 3,33 menit terbuang sia-sia. Padahal 100 klik ini total minimal klik dalam tes. Hal yang terkesan sepele dan remeh temeh itu sudah saya perhitungkan bahkan sebelum ujian. Bagi saya alokasi waktunya 20 detik untuk soal mudah, 25 detik untuk soal medium dan sisa alokasi waktunya secara kumulatif untuk soal-soal sulit, membutuhkan nalar, perhitungan, atau yang bacaannya panjang. Jujur 15 menit di awal saya sangat frustrasi karena kaget soal yang muncul sulit dan tidak ada di materi yang saya baca, jadi selama 15 menit awal saya hanya mampu mengerjakan 15 soal. Boros waktu, akhirnya saya skip soalnya sampai ketemu yang mudah. Dengan manajemen waktu seperti di atas, saya masih menyisakan waktu sekitar 12 menit setelah semua soal terjawab.

Pengelompokan Komponen Soal. Tes CPNS terdiri dari 3 komponen, yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Inteligensia Umum (TIU), dan Tes Kemampuan Pribadi (TKP). Masing-masing punya standar passing grade TWK (40%)= 70, TIU (50%)= 75 dan TKP  (60%)= 105. Total soal TWK = 35, TIU = 30, dan TKP = 35. Kalau saya triknya gini, semua soal harus dijawab karena ga ada nilai minus. Soal TKP semua jawaban ada nilainya dari yang paling benar (5) hingga yang paling salah (1), karena model soalnya macam soal PPKN atau tes kejiwaan MMPI, pilih 2 opsi jawaban yang sekiranya bernilai 4 dan 5, sisihkan 3 jawaban lain. TKP sebenarnya ga perlu dipelajari, belajar memahami ilmu psikologi intinya. TIU jujur saya tidak belajar sama sekali, awalnya saya malah mengharapkan ada soal bahasa inggris biar makin santai, ternyata ga ada. TIU mengandalkan kemampuan nalar, berhitung, rasionalisasi dan memilah dengan efektif dan efisien. Kabar baiknya adalah tanpa belajar, kalau logika anda jalan pastinya nemu jawabannya (dari total soal TIU saya salah 3 setelah dihitung😛 ) Yang jadi momok adalah TWK. Ini hapalan mati. Pelajari ini. Sejarah pra kemerdekaan dan pasca kemerdekaan, tata negara & sistem pemerintahan, Undang-undang, poleksosbudhankam. Dan yang bikin saya syok dan frustrasi 15 menit di awal ini ya ini, karena yang saya pelajari sedikit sekali yang keluar. Untung beberapa soal statusnya ragu bukan tidak tahu buta. Prinsip lain adalah jangan pernah baca wacana yang panjang sebelum membaca pertanyaan dan opsi jawabannya.

Informasi Tes Area Lain. Tes CPNS di tiap daerah waktunya berdekatan tapi tidak bersamaan. Saya pribadi sempat nyari informasi ke rekan dokter yang ikut tes di Yogya & Ambon dan rekan perawat yang ikut tes setingkat provinsi di Samarinda. Saya pelajari teknis CAT dan kisi-kisi soal di area tersebut. Lumayan sebagai dasar acuan. Walau begitu tetap saja saya syok karena soal tes yang di Balikpapan barusan sangat jauh dan menurut saya susah, apalagi TWKnya. +_+

Profiling. Saya yakin hampir ga ada yang melakukan metode ini selain orang-orang nerd, geek, weirdo atau apalah sejenis saya. Setelah muncul pengumuman peserta ujian, saya sempatkan satu hari untuk melihat profil kompetitor. 82 orang peserta selain saya. Dari mana? Dari social media. Facebook, Twitter dan lain-lain. Bagi saya ini penting, dengan tahu profil mereka, saya setidaknya sedikit mengenal kepribadian mereka, sikap dan katakanlah kemampuan intelektualnya. Semakin banyak yang intelek, artinya porsi saya belajar harus super mati-matian, kalau standard-standard aja, ya saya cukup membaca santai. Dari profiling kita bisa tahu almamater seseorang yang menunjukkan juga akreditasi universitasnya. Dari gaya tulisannya kita bisa menebak kebiasaan seseorang hingga sifatnya, misal ada yang buat status di jejaring sosial “Lagi belajar buat tes CPNS nih, yang di sana semangat juga ya…” Mohon maaf, orang-orang macam ini hampir bisa dipastikan ga belajar serius.😈 Selain itu bisa diketahui juga status pernikahannya, jumlah anaknya, usianya, sudah kerja atau fresh graduate, kalau kerja kerja di mana, seperti apa pengalamannya, dan lain-lain ini bisa mendeskripsikan alasan dan determinasi dia ikut tes CPNS. Dari proses profiling ada beberapa nama yang sudah saya perhitungkan levelnya terutama yang ikut tes juga yang kebetulan satu tempat kerja dengan saya, satu tempat kerja dengan istri saya, senior dan junior saya.🙂

Doa & Support Orang Terdekat. Ga perlu dijabarkan. Mintalah restu keluarga. Dan yang paling penting, minta lah doa ke ibumu. Doa ibu Insya Allah diijabah dan menembus langit ketujuh.

Tips tambahan seputar teknis CAT: Usahakan ga melirik komputer sebelah, percuma (I did this). Pengawas yang kadang foto-foto peserta ga usa dihiraukan apalagi sampai berfose, buang-buang waktu (I did this). Jika waktu tersisa gunakan kesempatan untuk merevisi pilihan jawaban (glad i could do this). Jangan pernah cari keberadaan jam dinding (pengalaman peserta ujian di sebelah saya) . Jika nama, NIK dan no ujian tidak sesuai, segera lapor dan klik batal ujian, data-data lain seperti jenis kelamin dan sebagainya kalau ga sesuai biarkan saja (pengalaman peserta lain seruangan). Usahakan datang ke dan pergi dari tempat ujian sendirian, karena semua peserta kompetitor, ga lucu kalau kita lulus terus teman dekat ga lulus (pengalaman perawat saya), belajar CAT online ga perlu terlalu intens, cukup tahu modelnya saja, servernya super lemot karena banyak yang akses. Belajar CAT online program android atau ios banyak yang keluar dari koridor (pengalaman perawat saya). Dan ingat, seberapa keras anda belajar, pasti akan ada orang tanpa belajar pun nilainya di kisaran 300-400 (pesan teman dokter saya)😆

Kurang lebihnya itu yang bisa saya bagikan, jika dirasa bermanfaat buat yang lain, sebarkan…

If you know the enemy and know yourself, you need not fear the result of a hundred battles. If you know yourself but not the enemy, for every victory gained you will also suffer a defeat. If you know neither the enemy nor yourself, you will succumb in every battle. Sun Tzu, The Art of War

Source:

http://infocpnsmenpan.blogspot.com/2014/07/passing-grade-kelulusan-cat-cpns-2014.html

Dedicated to dr. M.H. Subekti, Manikal Febrio Radjid, Amd. Kep & dr. JokoPi (sukses buat ujian nanti di Pontianak)

4 comments on “[Tips ‘n Trick] Menghadapi Ujian CPNS 2014 Sistem CAT Anti Mainstream

  1. gina says:

    hmm sama bgt dgn saya, kyknya kita se weirdo deh, ini adalah ajang hidup mati saya, skornya bikin sy on fire, boleh dong sy diajarin TIU nya, anyway standar TKP tahun ini 126, wish u all the best of luck, do’ain sy jg ya, LULUS, LULUS DAN LULUS AMIIN

    • Iya, baru dapat info juga standar passing grade TKP naik jadi 126 ditetapkan tanggal 20 Oktober kalau ga salah. Cuma agak kurang fair karena beberapa daerah ada yg sudah ujian september…

      Mba ujiaannya kapan dan di daerah mana?

      TIU yg pasti keluar deret bilangan, hitungan persen, silogisme, analogi, logika, dan lain-lain tar sy ingat2 lagi…

  2. gina says:

    sy ujiannya di sulsel mas, etapi waktu tesnya pake di BKN apa disekolahan, kalo disekolahan brarti pake Satria Online ya? kalo pake satria online pas TKP nya ga ada tema kan yg tertulis di atas soal, trus untk twk lbih ke penghafalan ya bukan pemahaman, trus terang sy msh agak ribet mi TIU, apalagi soal urut2an tempat, ada tips dan trik kah, kita saling mendoakan ya biar kejatuhan NIP tahun ini, Amiin Yaa Alloh🙂

  3. silvia says:

    keren, analisis nya dalam bgt mas, jadi kangen team KIDECO hahaa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s