Alzheimer: Lumpuhkan Ingatanmu!!!

Kalau Geisha nyanyi lagu dengan judul Lumpuhkan Ingatanku mungkin dia terinspirasi dengan penyakit Alzheimer…😀

Alzheimer merupakan salah satu penyakit neurodegenerative yang menyumbang persentase terbesar kondisi dementia. Dementia sendiri adalah kondisi di mana terjadi gangguan pada memori, kemampuan berpikir kognitif, perilaku dan mood. Penamaan Alzheimer ini diambil dari nama seorang dokter neurologis dan psikiater dari Jerman, Alois Alzheimer, yang pertama menjabarkan penyakit ini pada tahun 1906. Alzheimer menyumbang sekitar 60-80% kondisi dementia.

alzheimers-disease-term

Courtesy of Paper Masters

Alzheimer bukan merupakan bagian normal dari proses penuaan, meskipun faktor resiko terbesar yang diketahui adalah bertambahnya usia. Di mana kebanyakan orang terkena penyakit ini pada usia lewat dari 65 tahun. Pada sebagian kasus, penyakit ini dapat muncul di kisaran usia 40-50 tahun.

Penyakit ini memburuk seiring waktu dan perlahan-lahan melumpuhkan bagian otak karena sifatnya yang progresif. Pada fase awal hilangnya daya ingatan bersifat ringan. Namun jika sudah masuk fase akhir jangankan untuk mengingat, untuk berbicara dalam percakapan atau merespon terhadap lingkungan saja akan sangat susah untuk dilakukan.

Belum ada pengobatan yang ada yang sifatnya menyembuhkan penyakit ini. Pengobatan yang ada saat ini hanyalah yang bersifat mengobati gejalanya atau mempertahankan kondisi dari penderita terhadap penyakit. Walaupun pengobatan saat ini belum dapat menghentikan perburukan perkembangan penyakit Alzheimer, namun dapat memperlambat perburukan kondisi dementia secara temporer dan dapat meningkatkan kualitas hidup penderita. Penelitian di seluruh dunia masih terus dilakukan untuk mengobati penyakitnya dengan lebih baik, menunda awal mula terjadinya, dan mencegah perkembangannya.

Apa Saja Gejalanya?
1. Kesulitan menghapal informasi baru. Sering mengulang pertanyaan atau percakapan; melupakan nama orang, tempat, kejadian dan janji; sering lupa meletakkan barang bawaan; tersesat dalam rute yang sudah familiar dll.
2. Kesulitan melakukan reasoning atau menilai suatu keputusan. Ketidakmampuan mengatur keuangan, kesulitan membuat perencanaan yang kompleks dan berurutan dll.
3. Gangguan berbicara, membaca dan menulis. Sulit untuk menemukan kata-kata yang umum dalam proses percakapan, kesalahan struktur dan tata bahasa dll.
4. Gangguan personal dan tingkah laku. Perubahan mood yang tidak sesuai dengan respon lingkungan; gampang tersinggung; kurangnya minat, daya tarik, inisiatif dan motivasi; apatis; penarikan diri dari sosial; hilangnya empati; melakukan tindakan yang kompulsif dan obsesif.
5. Gangguan kemampuan visuospatial. Ketidakmampuan mengenali wajah atau menemukan objek dalam pandangan lurus dll.

Apa Penyebab & Bagaimana Proses Terjadinya?
Sampai saat ini masih belum diketahui, kecuali sekitar 1-5% kasus penyebabnya adalah faktor genetik. Penelitian mencoba menjelaskan penyebabnya hingga melahirkan hipotesis cholinergic, amyloid dan tau. Namun hipotesis tersebut masih belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Beberapa studi menjelaskan keterlibatan faktor lingkungan seperti termakan mineral logam, alumunium dan tembaga.

Otak memiliki 100 milyar sel neuron. Masing-masing sel tersebut berkoneksi dengan banyak sel lainnya sehingga terciptalah jaringan neuron. Jaringan neuron yang terbentuk tadi memiliki grup dengan tugas khusus masing-masing. Beberapa terlibat dalam proses berpikir, belajar, dan mengingat. Yang lainnya untuk bernafas, menggerakkan anggota gerak tubuh, merasakan sentuhan, mencium aroma, mendengar, melihat dan banyak lagi lainnya.

Untuk melaksakan tugas tersebut, sel otak layaknya sebuah perusahaan kecil. Ada yang menyuplai energi, ada yang memproses energi, ada yang mengkonstruksi perlengkapan, dan ada yang membuang sampah, limbah atau sisa-sisa dari proses tersebut. Sel neuron otak juga menerima, memproses dan menyimpan informasi dan melakukan komunikasi dengan sel-sel lainnya. Agar semua proses dapat berjalan membutuhkan koordinasi dan juga energi & oksigen dalam jumlah besar.

Para ahli peneliti meyakini bahwa ada terjadi gangguan pada salah satu proses di atas, namun belum menemukan di mana permasalahan bermula. Dan seperti sebuah perusahaan nyata, backup dan breakdown yang terjadi di suatu area akan menyebabkan masalah baru di area lain. Setelah kerusakan meluas, sel kehilangan kemampuannya untuk melakukan fungsinya, dan pada akhirnya mati, menyebabkan perubahan irreversible pada otak.

proses plaques & tangles

Courtesy of Lennart Mucke. nature.com “Pemeran Kunci Proses Patogenesis Alzheimer”

Ada dua struktur abnormal yang terbentuk pada otak dan dicurigai menyebabkan alzheimer, yakni plaques dan tangles. Plaques adalah deposit fragmen protein yang disebut beta amyloid yang terkumpul pada rongga antar sel syaraf. Tangles adalah jaringan serat yang memilin dan terpelintir dari protein yang disebut tau dan terbentuk di dalam sel syaraf. Pada beberapa orang normal plaques dan tangles ini juga terbentuk namun dalam jumlah yang sangat sedikit dan berkembang dalam pola yang dapat diprediksi.

Faktor Resiko yang Dapat Meningkatkan Kejadian Alzheimer.

Usia, riwayat keluarga, Down’s Syndrome, cedera kepala berat dan cedera leher, gangguan tidur, merokok, obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

Pencegahan dan Pengobatan

Walaupun belum ada bukti yang definitif menjabarkan bagaimana pencegahannya, studi epidemiologis menganjurkan untuk memperhatikan hal berikut:

  • Diet. Mengurangi asupan lemak, kolesterol dan karbohidrat yang tidak proporsional dan berlebihan. Kopi, cokelat dan teh dalam batas normal dapat mengurangi resiko alzheimer.
  • Gaya hidup. Orang yang terlibat aktivitas intelektual dapat mengurangi resiko alzheimer. Dapat berupa membaca, membuat tulisan, main catur dan othello, mengisi teka-teki silang, bermain rubik’s cube, bermain alat musik, dan interaksi sosial. Mempelajari bahasa asing juga dapat memperlambat onset terjadinya alzheimer.

Untuk pengobatan, saat ini yang digunakan untuk mengobati masalah kognitif antara lain tacrine, rivastigmine, galantamine, donepezil, dan memantine. Belum ada obat-obatan yang dapat menunda bahkan menghentikan penyakit ini.

Pada akhirnya ingatan manusia tetap akan hilang, tapi yang lebih penting bagaimana agar ingatan tersebut bermanfaat buat manusia lain. Seperti kata pepatah:

Pena yang paling lemah sekali pun, tetap lebih kuat dibanding ingatan yang paling hebat.

Sources:

http://en.wikipedia.org/wiki/Alzheimer%27s_disease

http://www.medicalnewstoday.com/articles/159442.php

http://www.alz.org/alzheimers_disease_what_is_alzheimers.asp

http://www.alzheimers.org.uk/site/scripts/documents_info.php?documentID=100

http://www.alz.org/alzheimers_disease_stages_of_alzheimers.asp

http://www.nhs.uk/Conditions/Alzheimers-disease/Pages/Causes.aspx

https://www.papermasters.com/alzheimers_disease.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s