[Tips ‘n Trick] Menghadapi Ujian CPNS TKB, Psikotes dan Wawancara

Tulisan ini merupakan sequel dari tulisan saya sebelumnya, [Tips n ‘Trick] Menghadapi Ujian CPNS 2014 Sistem CAT Anti Mainstream.

Tes CPNS di setiap daerah berbeda-beda, ada yang hanya sampai TKD, ada yang berlanjut ke TKB. Jika sampai TKB sebenarnya ini adalah titik baliknya. 2 orang yang tes bersama saya dengan skor TKD meduduki peringkat ke2 dan ke3 keduanya dapat nilai 412 tapi pada penentuan akhir malah ga masuk. (skor 412 loh, bukan skor sembarangan🙂 ) Seperti yang saya paparkan di tulisan sebelumnya, ada 83 orang dokter yang ikut tes dengan alokasi yang dibutuhkan 10 orang dokter. Dari 83 orang itu yang lanjut sampai tahap TKB ada 30 orang. Dan alhamdulillah saya masih ga malu-maluin dari urutan ke6 waktu TKD, jadi urutan ke4 hasil akhir.

Pertanyaannya, apa saya belajar?🙂 Belajar tetap, tapi sekedarnya. Jadi tips dan triknya sebagai berikut:

Profiling. Untuk mengenal lebih jauh siapa saja peserta yang tersisa yang lanjut ke tahap kedua. Metodenya bisa dilihat di sini hanya sedikit ditambahkan berapa komposisi gender yang tersisa. Misal di suatu alokasi penempatan dibutuhkan jenis kelamin pria untuk penempatan tertentu, semakin sedikit prianya maka peluang masuk semakin tinggi. Semakin tinggi peluang untuk masuk, maka semakin santai yang perlu dipelajari atau disiapkan. Prinsipnya belajar itu sesuai kebutuhan, ga perlu mati-matian😛.

Informasi Tes TKB di area yang sama tahun sebelumnya. Penting untuk mendapatkan data ini untuk mengetahui apa saja yang dipersiapkan. Dari info teman yang juga ikut tes ini di tahun lalu saya mendapatkan gambaran bagaimana proses pelaksanaan tesnya. Untuk bidang kedokteran sendiri di area saya TKB dibagi jadi dua jenis soal, pilihan ganda dan uraian. Karena info sebelumnya tingkat kesulitannya ga begitu tinggi makanya yang saya baca ulang cuma konsep dasar dan praktis. Untuk psikotes biasanya yang pasti muncul adalah menggambar “house-person-tree”, sebenarnya materi psikologi semacam ini banyak beredar di internet, jadi kuasai aja ilmu dasarnya seperti jenis goresan, tebal tipis gambar, bentuk-bentuk tertentu dan sebagainya karena ini memiliki interpretasi mengenai kejiwaan seseorang. Mudah cemas, overconfident, megalomania, angkuh, rendah diri, ambisius, oportunistik dan sifat-sifat manusia lainnya secara tidak sadar pasti akan terbawa pada gambar dan tulisan yang dia goreskan di atas kertas. Memang pasti akan ada yang tetap muncul pada gambar, tapi jika kita punya ilmunya kita bisa memanipulasi gambar kita dengan lebih baik😛

Trik Psikotes. Persiapkan mental. Santai saja ga perlu begadang. Jangan lupa isi perut, soalnya pengalaman di daerah lain ada yang psikotesnya sampai 7 jam. Saat mengerjakan soal psikotes tertulis, sesuaikan perintahnya, kalau diminta jelaskan secara singkat ya singkat saja. Ga perlu lirik kanan kiri untuk soal yang dikerjakan bersama dan ada komando waktunya. Just do it yourself. Kalau kehabisan waktu ga perlu curi-curi kesempatan mengerjakan soal di bagian sebelumnya🙂 Trust me, it works. Karena penilaiannya tidak sekedar pada jawaban yang benar, tapi juga dari pola jawaban kita. Misal ada jawaban yang kita lompati atau ada jawaban yang salah setelah sebelumnya benar dengan berurutan. Ini menandakan terjadi suatu proses. Jadi sebenarnya yang nyontek pun ketahuan😛 Belum lagi ada pengawas ujian yang mencatat target-target yang mencurigakan.

Saat menggambar “house-tree-person”, uniknya di area saya memiliki peraturan tertentu sebagai berikut: Tidak boleh menggambar pohon tertentu seperti beringin, cemara, kelapa, pisang, kaktus dan lain-lain; Menuliskan nama pohon yang digambar; Alasan memilih pohon tersebut; Kelebihan dari pohon yang digambar.

Saya dan beberapa peserta lain sempat bingung mau gambar pohon apa karena banyak pohon yang ingin digambar tidak diperbolehkan. Tapi sebenarnya poinnya bukan di sini🙂 Tetap gambar saja pohon yang ingin digambar. Saya tidak yakin dengan pohon yang saya gambar, di bawahnya saya tulis “Pohon Kecapi (anggaplah demikian)”😛 Alasan kenapa menggambar pohon tersebut saya buat,”1. Kualifikasi dan kemampuan menggambar saya minim 2. Karena ada aturan tidak boleh menggambar pohon tertentu 3. Dulu ada di pekarangan rumah nenek”😛 Nah, baru di kelebihan pohonnya bisa kita jabarkan panjang lebar🙂

Trik wawancara. Cara berpakaian bisa menggambarkan kejiwaan seseorang. Gaya jalan saat menuju pewawancara, posisi duduk dan pandangan mata juga memiliki peranan penting pada bagian ini. Usahakan menyapa pewawancara sebelum duduk minimal cukup dengan salam atau lebih baik lagi menjabat tangan. (Pelajari juga tentang ilmu psikologi teknik menjabat tangan). Ekspresi muka juga berperan di sini. Relax… Santai… Jangan terlalu tegang. Jangan pesimistis selalu melihat ke bawah. Namun juga jangan terus-terusan memandang wajah pewawancara. Jangan melihat kemana-mana karena bisa dianggap ga fokus dan ga konsisten.

Just be yourserlf! You don’t have to lie!

Mudah bagi seorang psikolog pewawancara untuk mengetahui orang yang berbohong. Bisa dilihat dari tatapan matanya dan arah pandangan, ekspresi muka, kerutan dahi, sudut bibir, sikap duduk, posisi tangan dlsb. Jadi jawablah apa adanya! (kecuali anda pandai berbohong, memanipulasi, menganalisis gerakan tubuh + gaya bicara, dan memahami sedikit ilmu psikologi khususnya yang berhubungan dengan komunikasi inter personal.)

Jangan pernah mengulang-ulang pertanyaan, satu dua kali boleh kalau memang pertanyaannya kurang spesifik. Jika ditanya riwayat hidup jelaskan secara singkat, padat dan sesuai alur, jangan ngalor ngidul. Apapun yang terjadi jangan pernah sampai menjawab alasan kenapa ingin jadi CPNS karena hal-hal yang berhubungan dengan individu. Jika ditanya masalah nominal gaji yang pantas jangan pernah menyebutkan angka, tapi balik pertanyaannya dengan jawaban bijak yang lebih diplomatis.

Doa. Sebelum tes, berdoalah untuk diri sendiri dan seluruh peserta yang mengikuti tes agar semuanya diberikan kemudahan dalam mengerjakan soal. Setelah tes, berdoalah agar bisa diberikan kesempatan menjadi aparatur sipil abdi negara dan pasrahkan hasilnya kepada tuhan. Dan yang paling penting, minta lah doa ke ibumu. Doa ibu Insya Allah diijabah dan menembus langit ketujuh.

Sekiranya itu yang bisa saya bagikan, dan semoga triknya tetap bermanfaat hingga tahun-tahun berikutnya…

If you know the enemy and know yourself, you need not fear the result of a hundred battles. If you know yourself but not the enemy, for every victory gained you will also suffer a defeat. If you know neither the enemy nor yourself, you will succumb in every battle. Sun Tzu, The Art of War

Dedicated to : dr. M. Anastasia & dr. A. Irawan yang saling berbagi dan alhamdulillah lulus bersama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s