Hidup Itu Seperti Kübler-Ross Model

Courtesy of pixshark.com

Courtesy of pixshark.com

Roda itu pasti berputar. Ada kalanya kita berada di atas. Tapi lebih sering kita berada di bawah, bahkan bisa lebih di bawah lagi jika roda tadi masuk ke dalam lubang. Manusia pada dasarnya, back to human nature, sering tidak siap berada di bawah, mendapatkan berita buruk atau  berada dalam kondisi yang bertolak belakang dengan yang diharapkan. (termasuk saya pribadi)

Dalam menghadapi kondisi yang demikian, secara umum manusia akan melewati beberapa fase. Fase ini dalam ilmu kedokteran dan psikologi dikenal dengan sebutan “Five Stages of Grief”. Istilah yang lebih ilmiah lagi disebut dengan “Kübler-Ross Model”. Yang mana teori ini pertama kali dikenalkan oleh Elisabeth Kübler-Ross pada bukunya di tahun 1969 yang berjudul On Death and Dying.

5 fase tersebut jika kita jabarkan lebih lanjut akan terbagi ke dalam: denial, anger, bargaining, depression, acceptance.

Ambil contoh, kasus yang paling sederhana dan paling umum dalam hidup, kisah penolakan cinta. Katakanlah seorang pemuda dengan gagah dan jantannya mengeluarkan serangan bertubi-tubi dengan segenap daya dan upaya untuk meluluhkan hati pujaan hatinya namun akhirnya tetap ditolak. Secara umum, pemuda tadi akan melalui fase Kubler-Ross ini seperti berikut:

Denial –> “Ah, ga mungkin ditolak deh. Sepertinya gue salah denger. Mungkin target gue lagi galau.”

Anger –> “Sial. Kalau diperhatikan ternyata gue memang ditolak. Cewek ga tau diri!!! Berasa paling cantik aja di dunia!!! Awas ya nanti”

Bargaining –> “Hm, masa sih gue ditolak? Kok ga yakin yah? Apa mungkin gue kurang usaha? Coba aja kalau gue lebih halus dan lembut pendekatannya… Atau mungkin gue kurang karismatik… Gue mesti coba lagi…”

Depression –> “Fuuuh, mau 100x dicoba kalau dia memang ga niat membuka hatinya yah ga bakalan juga bisa. Gue mah apa atuh… Lelaki ga tau diri yang bermimpi ketinggian… macam pungguk merindukan bulan… Gue emang orang gagal dan tersisih… Mending gue ambil tali aja atau sekalian pergi ke laut pantai selatan…”

Acceptance –> “Setelah gue pikir-pikir ga ada gunanya berkemelut dalam dunia yang kelam. Cewek juga ada banyak. Kalau memang dia jodoh gue suatu saat pasti akan dipertemukan. Atau mungkin tuhan punya rencana yang lebih baik lagi buat gue… Sekarang mending gue fokus dulu dengan kerjaan, seperti kata oom Mario Love will find the way

Begitulah kira-kira gambaran kasar Kubler-Ross Model. Itu baru hal yang simpel. Hal yang kompleks lainnya seperti divonis suatu penyakit tertentu oleh dokter, di-PHK, dimutasi kerja secara mendadak tanpa reasoning yang adekuat, mendapat bencana, mendapat kabar duka kematian anggota keluarga, dlsb.

Akan sangat wajar jika dalam hidup kita akan mengalami kenyataan seperti ini. Hanya saja ada beberapa pengecualian dan penyimpangan standar deviasi. Ada orang yang bisa dengan cepat sampai ke fase acceptance, ada juga yang butuh waktu lebih lama. Ada juga yang tiba-tiba sudah sampai fase acceptance tanpa melewati beberapa fase lain, namun ada juga yang terjebak di salah satu fase dan tidak pernah sampai pada fase acceptance. Ada pula yang mengalami fase siklus yang berulang-ulang seperti loop. Mau menerima atau tidak, semua pilihannya akan kembali kepada diri kita. Bahkan ketika kita tidak memilih, sebenarnya kita telah memilih untuk tidak memilih.

Pesan moralnya: Hidup itu adalah bagaimana sikap kita menerima dan menyikapi keadaan. Bukan sekedar menerima pasrah. Bukan. Tapi menerima sekaligus berbaur dengan realita. Kalau ga salah, CMIIW, dulu Aa Gym pernah bilang “Nasi sudah menjadi bubur. Memang buburnya ga bisa balik jadi nasi. Kalau gitu kenapa ga sekalian aja dibuat jadi bubur ayam spesial??”

You can’t always get what you want…

You can’t always get what you want…

You can’t always get what you want…

But if you try some time, you may find, you get what you need.

Tentang hidup lainnya:

Hidup Itu Seperti Diagram Venn

Hidup Itu Seperti Permainan Catur

Source:

http://en.wikipedia.org/wiki/K%C3%BCbler-Ross_model

http://pixshark.com/kubler-ross-stages-of-death.htm

http://psychcentral.com/lib/the-5-stages-of-loss-and-grief/000617

http://changingminds.org/disciplines/change_management/kubler_ross/kubler_ross.htm

2 comments on “Hidup Itu Seperti Kübler-Ross Model

  1. sahrul bahri says:

    keren om fajar blognya.. saya juga mau belajar buat blog kaya ini.. hiihii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s