About Fajar Ichwan Noor


1381211_10151866349777380_1507534631_nThe world is like a book, and those who don’t travel, just read a page, or maybe even just a cover.

Semenjak tahun 2010, blog ini vakum selama lebih dari 2 tahun. Selama itulah saya berkelana ke berbagai pelosok Indonesia. Beberapa tempat yang sudah terjamah: Bali (second hometown), Bandung, Semarang, Solo, Yogya, Surabaya, Penajam, Palu, Kendari, Konut, Konsel, Makassar, Gowa, Malino, Palangkaraya, Katingan, Batukajang (Paser), Banjarmasin, TanahBumbu, Tana Tidung, Tarakan. 2 tahun yang penuh kenangan dan suka duka. Saya belajar nilai suatu kehidupan, politik, manajemen, cinta, ketulusan, pengkhianatan, loyalitas, kharisma, kebersamaan, arti uang, persuasi, manipulasi, budaya, keterbatasan dan banyak hal lainnya.

Di masa itu juga sempat terwujud keinginan untuk menjadi dokter PTT di daerah terpencil di Sulawesi Tenggara selama 1 tahun. Saya yang tadinya tidak bisa tanpa internet, akhirnya bisa juga tahan. Jangankan internet, sinyal buat sms-an saja susah, kalau mau sms atau telpon mesti ditempel HPnya ke jendela atau nangkring di suatu tempat yang ada sinyalnya paling banyak 2 – 3 bar. Selama itulah dunia informasi dan teknologi berkembang. Dan selama itulah saya tertinggal. (Wajar kalau blog ini ga keurus :p) Tapi di sisi lain saya banyak belajar hal-hal lain yang tidak bisa didapat melalui dunia maya.

So open up your mind. And close your eyes. Take another look from the other sides.

Semenjak awal Oktober 2012, secara offisial, saya bukan lagi dokter PTT pusat. Saya bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Balikpapan, sesekali juga dikirim ke lokasi tambang jadi dokter perusahaan (Jadi blog ini juga ga jamin bakal keurus :p sinyal di lokasi susah, di samping tuntutan pekerjaan yang menyibukkan) –> tapi tetap diusahakan untuk sesekali di-update.

Namanya juga hidup. Kita ga akan tau nanti berada di mana, berhadapan dengan orang macam apa, dihadapkan dengan tantangan yang bagaimana. Di situlah seninya hidup. Ketidakpastian. Kalau kita tahu dengan pasti esok akan bagaimana, maka saat itu lah kehidupan berakhir.

Back then, when I was at college, Saya sempat menjadi guide freelance untuk bule perancis beberapa saat sebelum mengalami masa perbudakan(co-ass) di RS.(mungkin kelak bisa jadi side job;p)  C’était vraiment formidable.

Walaupun berada dalam lingkup dunia kedokteran yang nota bene erat dengan biologi, saya sebenarnya senang sekali dengan matematika dan bahasa. That’s why i love to learn languages.. Indonesia. Perancis. Inggris. Sempat belajar bahasa Romania dan Arab sedikit. Bahasa Jawa dan Bali sedikit. Saya juga ingin bisa bahasa Jepang, Jerman, Italia, Spanyol, dan Rusia. (repot juga kalau menganamnesis pasien terkendala oleh bahasa. Pada dasarnya, bahasa internasional adalah Inggris. Tapi kenyataannya, ada beberapa negara yang anti Inggris ^_^)

Kalau ditanya hobi, saya senang segala sesuatu yang berhubungan dengan IT. Saya juga tertarik untuk mempelajari sedikit-sedikit bidang ilmu lainnya. Rasanya ada yang kurang kalau hanya berkutat dengan dunia yang sempit (textbook, pasien, penyakit, rumah sakit dsj).

Kalau ditanya kehidupan dan asmara, rasanya lagu penutup dari kepingan-kepingan, fragmen-fragmen cerita di film Paris Je T’aime berikut sudah bisa menggambarkan semuanya. On y va! –> Feist – dans la meme histoire (we’re all in the dance)

Et voila, blog ini ingin saya jadikan tempat berbagi pengalaman, bertukar pikiran dan menimba ilmu dari Anda sekalian… Semoga bermanfaat!

Salam kenal,

Fajar

18 comments on “About Fajar Ichwan Noor

  1. TuSuda says:

    Salam Kenal dari Kendari… 8)
    Terimakasih telah berkenan berbagi…

  2. okthaphia says:

    salam kenal…. n thanks buat lirik She Wants To-Ten 2 Five & Ebith yg pake bhs france itu…akhirnya sy menemukannya di blog ini…😀

  3. Yeni Sahnaz says:

    Salam kenal Mas Fajar,

    Saya lagi cari2 artikel tentang FAS lalu nemu artikel di blogmu yang bahas FAS.

    Kebetulan putra saya Bowo dari balita bisa bicara bahasa Inggris dengan aksen Amrik dan menulis dalam bahasa Inggris Amrik pop, padahal ia tidak pernah gaul dgn orang asing, kursus bahasa atau tinggal di luar negeri. Di rumah kami berbahasa Indonesia dan dia juga. Puncaknya di usia 12 Bowo menulis novel b Inggris 450 halaman dalam bahasa Inggris Amrik.

    Kalau FAS adalah bicara dalam bahasa ibu tapi dalam aksen bahasa lain. Nah kalau putraku ini gejala apa ya lha wong dia ga suka buka kamus & belajar gramatika tapi perbendaharaan katanya kaya sekali.

    Ini video saat Bowo jadi pembicara di seminar nasional anak berbakat 2010, ia berbicara dalam bahasa Inggris.

  4. indra says:

    mas bro falcon flame,

    Baru tau ternyata punya blog keren begini. ane mesti belajar banyak dari Master Falcon Flame. Btw, ternyata kita punya minat yang sama, bahasa, IT, medicine, and traveling. But, somehow i was lost my track so i can’t achieve it. so, would you like to guide me please. hehehe.

    Btw, belajar bahasa prancis darimana? trus tulisan2 di blog ini ada source nya?

    • @Indra: Haha biasa aja gan… standard, banyak yang jauh lebih bagus daripada ini.. Kalau bahasa perancis, it’s really a long story to tell :p

      Untuk postingan di blog, hampir semuanya ada sourcenya bisa dicek, kecuali beberapa yang berhubungan dengan IT dan opini pribadi.

      Karena ilmu pengetahuan itu sangat lah luas, maka manusia yang tidak mempelajari ilmu-ilmu lain di luar bidang pekerjaannya, adalah manusia yang merugi.

  5. dr. Iqbal Perdana S. says:

    Salam kenal dr. Fajar,

    Isi blognya bagus dan menarik sekali. Kebetulan saya juga bekerja sebagai dokter perusahaan saat ini tapi daerah Tanjung Tabalong. Mungkin dr. Fajar bisa juga travelling kesini, haha, not much scenery here though, keep posting and sharing🙂

    Warm regards,

    Iqbal Perdana Saputra, dr.

    • Yo, salam kenal dr. Iqbal… Isi blognya diusahakan ringan tapi tetap edukatif dengan fokus materi medis atau IT haha… satu dua kali disisipkan materi lepas.

      Tanjung Tabalong daerah mana ya? mungkin bisa share seputar keadaan di sana…

      • dr. Iqbal Perdana S. says:

        Haha, iya saya juga isi blognya campur-campur tapi sifatnya kearah informasi dan pengalaman medis sih dok.

        Tanjung Tabalong lokasinya di daerah Kalimantan Selatan. 1 jam dari Amuntai, atau 5 jam dari Banjarmasin lewat jalur darat. Soal keadaan kota mungkin sama dengan kota tambang lain di Indonesia, tapi disini relatif ramai karena lokasi tambang hanya berjarak 1/2 jam dari kota.

      • Sebentar, berarti dekat dengan lokasi saya sekarang ini. Ini saya lagi di batukajang (KIDECO). Kalau sebelumnya saya sempat di daerah sebamban, tanah bumbu (TIA). Kapan ada kesempatan siapa tau bisa bersua. Keep posting and sharing…🙂

      • dr. Iqbal Perdana S. says:

        Haha, iya kalau dari batu kajang relatif dekat dok. Sip, jika memang ada kesempatan mungkin bisa bertemu, sama2 keep posting and sharing juga,🙂

  6. akhirnya ketemu juga😀

  7. yahya says:

    salam kena ya gan,,ane perlu bimbingan dari ente
    boleh minta alamat email,,ane mau tanya2,,hehehe

  8. kangfand says:

    salam kenal ..
    saya tertarik membaca tulisannya mas yang informatif dari pengalaman2 dan experiment😀
    moga membantu banyak orang dalam belajar. keep blogging

  9. m0ojojojo says:

    Salam,
    Sekedar testimoni
    Orang ini punya bakat luar biasa dlm banyak hal, sering muncul ide “out of the box” yg kadang bagi saya spt khayalan.
    Beberapa kali ikut turun gunung ke perifer, dan whoaa…tabungannya banyak, bacaan, film, games dan pastinya hacking tools 😈
    Overall, orang ini unique, antimainstream

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s