Foreign Accent Syndrome


2 hari yang lalu, tepatnya jam PNS untuk pulang ke rumah, dengan sigap aku segera mengisi absen, melepas jas DM ku, mengambil helm dan jaket, siap take off dari hospital. Bersama Darwin, segera kuangkat kaki dengan cepat, sebelum terjebak di rumah sakit. Bosan dengan rutinitas yang ada. Siang itu memang sudah waktunya pulang, tapi tiba-tiba saja ada perubahan jadwal journal reading dari junior (huh…di luar jam tugas). Berhubung perut lapar dan ngantuk berat plus esok harinya ada ujian Radiologi, kubulatkan tekadku untuk pulang.

Belum sempat melangkahkan kaki ke ruang sekre untuk  mengisi absen, tiba-tiba terdengar suara itu. Yah… suara siapa lagi kalau bukan suara dokter pembimbing juniorku yang mau maju jurnal. Sontak dengan sigap dan cekatan, segera aku dan darwin berhamburan mencari tempat persembunyian yang paling aman (kebiasaan mayoritas mahasiswa Indonesia <– gak baik untuk dicontoh). Setelah situasi aman, kami mulai menghela nafas, dan dimulailah percakapan berikut: Continue reading